Video: AS Kerahkan Marinir ke Baghdad untuk Lindungi Kedubesnya di Baghdad

0
104

Washington, LiputanIslam.com –  Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, merilis pernyataan yang menyebutkan bahwa AS mengerahkan pasukan marinirnya untuk memperkuat sistem pengamanan Kedutaan Besar (Kedubes)-nya di Baghdad, menyusul serangan massa demonstran sehari sebelumnya.

Melalui website-nya, Selasa (31/1/2020), Pentagon merilis pernyataan disertai rekaman video night vision penerbangan dan pendaratan beberapa pesawat MV-22 Ospreys di area Kedubes AS di Baghdad. MV-22 Ospreys adalah pesawat terbang militer tiltrotor sayap tinggi dengan kemampuan lepas landas dan pendaratan vertikal.

“Marinir datang dari Kuwait untuk memperkuat Kedubes AS di Baghdad,” bunyi pernyataan itu.

Komando Pusat Angkatan Bersenjata AS dalam sebuah pernyataan di hari yang sama menyebutkan,  “Pada tanggal 31 Desember, marinir AS -yang ditugaskan untuk misi Angkatan Udara dan Angkatan Laut Khusus untuk tujuan khusus dan menanggapi krisis di Irak- dikerahkan untuk meningkatkan keamanan di Kedubes AS dan menjamin keselamatan warga AS.”

Pentagon juga merilis penggalan video helikopter Apache AS yang terbang rendah di atas kawasan Kedubes tersebut serta menjatuhkan bom di sana pada Selasa malam.

Baca: Setelah Main Gertak, Trump Akhirnya Malah Mengaku Tak Ingin Berperang dengan Iran

Pengerahan marinir AS itu dilakukan beberapa jam setelah Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengumumkan bahwa Pentagon akan mengirim pasukan tambahan ke Baghdad untuk melindungi Kedubes AS, setelah massa pengunjuk rasa menyerangnya.

Esper menyatakan Pentagon akan mengirim “segera” sekitar 750 tentara tambahan ke Timur Tengah, “sebagai tanggapan atas peristiwa di Irak belakangan ini.”

Kawasan sekitar Kedubes AS di Baghdad pada hari Selasa dan Rabu pagi dilanda aksi konsentrasi dan unjuk rasa massa para simpatisan organisasi relawan Irak al-Hashd al-Shaabi.

Baca: Video: Kedubes AS di Baghdad Diserbu Massa, Relawan Berjanji Kepung Semua Kamp Militer AS

Pada hari Selasa, aksi itu bahkan diwarnai pembakaran di pagar dan menara pengawas Kedubes AS, menyusul peristiwa serangan udara AS yang menggugurkan puluhan pejuang Irak anggota Brigade Hizbullah Irak, yang merupakan salah satu komponen utama al-Hashd al-Shaabi.

AS menuding Iran berada di balik serangan massa pengunjuk rasa tersebut, namun Iran membantahnya.

Rabu kemarin Kedubes AS mengumumkan penon-aktifan semua kegiatan konsulatnya sampai pemberitahuan selanjutnya. (mm/railayoum)

DISKUSI: