Vaksin COVID-19 Buatan Iran Dinyatakan Aman dalam Uji Klinis

0
148

Teheran, LiputanIslam.com –  Kepala pelaksana uji klinis vaksin Covid-19 buatan Iran, Mohammad-Reza Salehi, menyatakan bahwa vaksin yang diberi nama “Barekat” itu tidak memiliki efek samping pada salah satu dari 21 penerima.

Salehi mengatakan bahwa sebagian besar harapan telah terwujud, dan banyak harapan agar proyek tersebut berhasil.

Dia menjelaskan  bahwa pengujian pada hewan sangat berhasil dalam keamanan, imunogenisitas, dan tidak ada efek samping yang parah.

Menurutnya, data yang ada menunjukkan tingkat imunogenisitas yang baik, namun masih terlalu dini untuk memberikan persentase.

“Kita membutuhkan lebih banyak waktu,” ujarnya, Ahad (24/1).

Salehi mencatat bahwa menurut protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 2-4 minggu setelah injeksi dosis kedua, baru masalah tersebut dapat dikomentari, dan sejauh ini belum ada relawan yang mencapai tahap itu.

Dia menyebutkan bahwa 35 relawan lagi akan menerima dosis, dan setelah fase pertama studi klinis berlalu, fase kedua akan dimulai dengan 500 relawan. Para relawan menerima dua dosis tersebut pada hari ke-nol dan ke-14.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki mengatakan bahwa Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei tidak melarang penggunaan vaksin Covid-19 dari luar negeri.

“Kami memiliki rencana untuk memvaksinasi kalangan yang terancam bahaya, dan Pemimpin Besar Revolusi (Ayatullah Khamenei) tidak melarang vaksinasi dengan vaksin luar negeri yang dipercaya, sebelum produksi vaksin dalam negeri,” ujar Namaki dalam sebuah konferensi, Ahad.

Sebelumnya, dalam sebuah pidato serta cuitan di Twitter, Ayatullah Khamenei melarang impor vaksin dari Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis dengan alasan bahwa tiga negara itu “sama sekali tak dapat dipercaya”.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Iran mengapresiasi turunnya angka kematian harian pengidap Covid-19 di Iran dari tiga menjadi dua digit, dan menyebutnya sebagai pencapaian yang luar biasa. Meski demikian, dia juga mengaku prihatian atas peredaran virus ini di Iran, dan memperingatkan bahwa jika sampai terjadi gelombang baru penyebaran penyakit ini maka  Iran harus menanggung lebih banyak kesulitan daripada sebelumnya. (mm/irna/ra)

Baca juga:

Teheran Sebut Saudi dan UEA Tak Berkompeten Bicara Soal Rudal Iran

Iran Selesai Membuat Satelit Komunikasi dan Sistem Transmisi Orbital

DISKUSI: