Iran Selesai Membuat Satelit Komunikasi dan Sistem Transmisi Orbital

0
182

Teheran, LiputanIslam.com –  Para ahli Iran berhasil merampungkan proyek pembuatan satelit komunikasi dan sistem transmisi orbital.

“Proyek pembangunan satelit komunikasi ‘Nahid-2’ (Venus-2) dan Sistem Transmisi Orbital ‘Saman’ telah selesai, dan perangkat tersebut akan dikirim ke Badan Antariksa Iran pada akhir tahun (kalender Iran, bertepatan dengan bulan Maret 2021 – red.),” ungkap Kepala Badan Antariksa Iran Morteza Barari, Kamis (21/1).

Menurutnya, Nahid-2 telah dirancang dan dikembangkan oleh Pusat Penelitian Luar Angkasa Iran (ISRC) , dan saat ini sedang melewati tahap pengujian akhir.

“Satelit ini akan siap diluncurkan sebelum tahun ini berakhir,” lanjutnya.

Nahid-2 merupakan satelit telekomunikasi yang akan ditempatkan pada orbit Geosinkron Orbit Geosinkron adalah orbit suatu benda (umumnya satelit buatan) dengan bumi sebagai pusatnya, yang mempunyai perioda sama dengan rotasi bumi yaitu satu hari sideris atau 23,9344 jam. Secara geometri orbit ini mempunyai setengah sumbu utama (semimajor axis) yang panjangnya 42164.17 km.

Nahid-2 adalah penerus Nahid-1, satelit komunikasi yang membantu meningkatkan peringkat Iran dalam komunikasi ruang angkasa.

Dengan bobot sekira 100 kilogram dan berukuran 64 x 64 sentimeter, misi Nahid-2 berfokus pada pengembangan dan pengujian teknologi dasar yang dibutuhkan untuk membangun satelit komunikasi geostasioner dengan masa operasional dua tahun. Hal ini dapat membangun komunikasi serta mengukur radiasi dan menguji koneksi telepon secara bersamaan.

Sistem Transmisi Orbital Saman

Barari menyebutkan bahwa proyek pengembangan Sistem Transmisi Orbital Saman juga telah rampung, dan akan dikirim ke Badan Antariksa Iran pada Maret mendatang.

Pada misi pertama, Saman-1 akan digunakan untuk mengirim satelit seberat 100 kilogram dari orbit rendah Bumi pada ketinggian sekira 400 km di atas permukaan bumi ke orbit elips yang lebih tinggi pada ketinggian 7000 km.

Program luar angkasa Iran dimulai pada tahun 2004 setelah disetujui parlemen, dan meluncurkan satelit pemrosesan data buatan dalam negeri yang pertama bernama Omid (Harapan) pada tahun 2009.

Negara republik Islam ini juga telah mengirim kapsul bio pertamanya yang berisi makhluk hidup ke luar angkasa pada Februari 2010, menggunakan roket Kavoshgar-3 (Penjelajah-3) yang juga buatan dalam negeri.

Iran adalah anggota pendiri Komite Badan PBB untuk Pemanfaatan Damai Antariksa (United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space/COPUOS). (mm/mna/wikipedia)

Baca juga:

Iran Nyatakan Mudah Perkaya Uranium hingga 90%

Iran Mulai Perkaya Uranium 20% di Fasilitas Ferdow, Ini Komentar Pedas Netanyahu

DISKUSI: