Uskup Agung Palestina: Tak Ada Kata Menyerah dalam Kamus Palestina

0
558

Quds, LiputanIslam.com –   Uskup Agung Sebastia Kepatriakan Ortodoks Theodosios Hanna menyatakan bahwa perlawanan sengit pantang mundur orang-orang Palestina di Quds membawa pesan kepada dunia bahwa kata “menyerah” tidak ada kamus Palestina.

Dalam sebuah pernyataannya yang dilansir Rai Al-Youm, Selasa (11/5), Theodosios Hanna menegaskan bahwa perlawanan orang-orang Quds dalam membela Quds dan tempat-tempat suci, meski dengan cara seadanya, merupakan “pesan cemerlang dan jelas maknanya bahwa martabat orang-orang Palestina bukanlah menyerah dan menerima realitas yang dikehendaki oleh rezim pendudukan (Israel), melainkan perlawanan terhadap proyek Zionis ini, dan kebijakan pendudukan Zalim menyasar umat Kristen dan Muslim dengan skala yang sama.”

“Dalam inspeksi kami di kawasan Gerbang Al-Amud dan Gerbang Al-Asbat serta pertemuan-pertemuan kami dengan para pemuda yang berkonsentrasu di halaman Al-Aqsa pada Senin pagi (10/5) kami melihat betapa mereka yang di depan kami itu adalah para ksatria dalam arti yang sebenarnya. Merekalah yang membela Quds atas nama umat secara keselusuhan.”

Dia menambahkan, “Merekalah para ksatria dalam arti yang sesungguhnya, dan mereka itulah yang menghadang dengan dada telanjang serangan dan kebringasan pasukan pendudukan. Kondisi kongkret kami mengatakan, ‘Tidak kepada pendudukan, penjajahan, kezaliman dan penindasan’.”

Seperti diketahui, komplek Masjid Al-Aqsa dalam beberapa hari terakhir menjadi ajang kebrutalan pasukan dan warga Zionis terhadap ribuan jemaah Palestina hingga jatuh korban luka ratusan orang dan kemudian memicu tembakan  ratusan roket dari para pejuang Palestina di Jalur Gaza ke Quds dan beberapa kota di Israel (Palestina pendudukan 1948). (mm/raialyoum)

Berita terkait:

Palestina Melawan, Israel Tunda Pengusiran di Lingkungan Sheikh Jarrah

Jalur Gaza Membara, Hizbullah Siap Ganyang Israel

DISKUSI: