Uskup Agung dan Alim Ulama Palestina Kutuk Tindakan Macron Melukai Perasaaan Umat Islam

0
101

Teheran, LiputanIslam.com –  Para pemuka agama Islam dan Kristen di Palestina mengutuk apa yang mereka sebut “ujaran kebencian” Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap umat Islam.

Uskup Agung Palestina Atallah Hanna dari Gereja Ortodoks Yunani dalam sebuah postingan di halaman Facebook resminya menuliskan, “Atas dasar nilai-nilai Kristen kami dan afiliasi Kristen kami dengan gereja paling kuno di dunia ini mengungkapkan kecaman, ketidaksetujuan dan penolakan kami atas serangan apapun yang mengsik simbol-simbol keagamaan di semua agama.”

Dia menambahkan, “Menghina saudara Muslim kita  adalah sesuatu yang kita tolak dan kutuk sepenuhnya.”

Sementara itu, puluhan alim ulama di Gaza mengutuk Macron dan penerbitan karikatur penistaan Nabi Muhammad saw dengan menggelar konsentrasi dan aksi protes di depan gedung Pusat Kebudayaan Prancis.

Dalam aksi ini, Mufti Kota Khan Yunis, Syeikh Ihsan Asyur, selaku wakil mereka dalam orasi menegaskan, “Kelancangan terhadap akidah Muslimin dan nabi mulia mereka yang merupakan sebaik-baik manusia tidak akan mendatangkan kebaikan bagi para pelakunya, tidak akan mewujudkan stabilitas bagi pemerintah mereka, tidak akan melapangkan keamanan bagi negara mereka, tidak menjamin kekuasaan bagi mereka, dan tidak memelihara kehormatan bagi mereka.”

Dia juga menegaskan, “Kelancangan terhadap siapapun di antara para nabi Allah, terutama Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad – shalawat dan salam atas mereka- adalah kejahatan nan keji dan kesalahan besar karena Islam menghormati semua nabi.”

Syeikh Ihsan Asyur memperingatkan bahwa penistaan terhadap keyakinan dan nabi umat Islam menandakan mengakarnya rasisme, kedengkian, dan sentimen anti Islam dan Muslimin sehingga sangat melukai hati umat Islam dan “membahayakan hubungan kemanusiaan antarumat karena menanamkan kebencian dalam jiwa, menebar kebencian dalam hati, serta melahirkan radikalisme, rasisme, dan kekerasan antarbangsa.”

Mufti Khan Yunis menjelaskan, “Muslim yang memiliki ghirah atas agamanya dan membela nabinya bukanlah teroris. Teroris adalah orang yang memprovokasi perasaan Muslim, merendahkan agama mereka, melecehkan keyakinan mereka, menistakan nabi mereka, mencegah ibadah mereka, dan memaksa mereka melawan ajaran agama mereka.”

Dia kemudian menyerukan kepada umat Islam agar menunaikan kewajiban membela agama dan nabi mereka dengan cara-cara yang sah dan tertib sesuai adab, ajaran, dan hukum Islam agar jangan sampai justru mengusik kesucian Islam dan mencoreng citra agama ini.

Seperti diketahui, Macron dalam komentar terbaru terkait heboh karikatur Nabi saw bersikukuh membela penerbitan karikatur itu dengan dalih kebebasan berekspresi. Selain itu, dia juga menyebut Islam sebagai agama yang mengalami krisis di dunia. (mm/alalam)

Baca juga:

Buntut Penerbitan Kartun Nabi, Para Pejabat Iran Ramai-Ramai Mengecam Presiden Prancis

Aksi Boikot Produk Prancis Dimulai di Kuwait dan Qatar

DISKUSI: