Usai Bertemu Menlu Saudi, Menlu Iran: Riyadh Siap Lanjutkan Dialog dengan Teheran

0
304

Dubai, LiputanIslam.com   Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, mengaku telah mengadakan perbicaraan langsung dengan mitranya dari Arab Saudi,Faisal bin Farhan al-Saud, di sela-sela konferensi di Yordania, Selasa (20/12), dalam pertemuan tingkat tertinggi antara pejabat kedua negara sejak mereka memutuskan hubungan pada tahun 2016.

Arab Saudi dan Iran mendukung pihak yang berseberangan dalam konflik di seluruh wilayah, termasuk di Suriah dan Yaman. Irak telah menjadi tuan rumah lima pertemuan antara pejabat Iran dan Saudi sejak tahun lalu dalam upaya untuk meredakan ketegangan, dan pertemuan terakhir di antaranya terjadi pada April lalu tanpa ada terobosan diplomatik.

Amir-Abdollahian dalam postingan berbahasa Arab di Twitter menyebutkan bahwa Faisal termasuk di antara sejumlah menteri luar negeri yang berkesempatan melakukan “ramah tamah” di sela-sela pertemuan konferensi Yordania.

Kementerian Luar Negeri Saudi belum menanggapi permintaan komentar.

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan,”Menteri Saudi menekankan kepada saya tentang kesiapan negaranya untuk melanjutkan dialog dengan Iran.”

Dalam pernyataan kepada Kantor Berita Republik Islam Iran, Amir-Abdollahian mengumumkan, “Kesiapan Teheran untuk melanjutkan kemajuan negosiasi yang dimulai di Baghdad.”

Dia menambahkan, “Kapan pun Arab Saudi siap untuk melanjutkan hubungan normal, Iran akan menyambutnya.”

Ketegangan meningkat antara Iran dan Arab Saudi sejak aksi protes meletus di Iran. Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menuntut Arab Saudi mengontrol medianya, dan Menteri Intelijen Iran memperingatkan Riyadh bahwa tidak ada jaminan bahwa Teheran akan melanjutkan “kesabaran strategisnya”.

Iran memandang musuh-musuhnya di luar negeri menghasut rakyat Iran untuk menebar kerusuhan pasca kematian wanita muda Kurdi Iran Mahsa Amini ketika ditahan oleh polisi moral.

Komandan Pasukan Quds IRGC Brigjen Esmail Qaani menyebut rezim Arab Saudi  sebagai rezim remeh dan “tidak pantas menjadi musuh” Iran.

Program nuklir Iran yang kontroversial telah memperburuk ketegangan. Pembicaraan antara Teheran dan negara-negara terkemuka dunia untuk pemulihan kesepakatan nuklir Iran 2015 terhenti sejak September lalu.

Menteri luar negeri Saudi pada bulan ini menyatakan bahwa negara-negara Teluk Arab akan bekerja untuk meningkatkan keamanan mereka jika Teheran memperoleh senjata nuklir, tuduhan yang selalu dibantah oleh Teheran.

Pertemuan Yordania, yang diselenggarakan oleh Prancis dan Irak dengan tujuan mendukung stabilitas di Irak dan kawasan secara umum, berakhir pada hari Selasa tanpa berita tentang pertemuan bilateral antara Arab Saudi dan Iran.

Amir-Abdollahian di Twitter juga mengaku telah berbicara dengan para sejawatnya dari Oman, Qatar, Irak, dan Kuwait. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Presiden Iran Layangkan Surat kepada Raja Yordania

Komandan Pasukan Quds IRGC: Israel Pasti akan Terusir, Saudi Cuma Sampahnya AS

DISKUSI: