Presiden Iran Layangkan Surat kepada Raja Yordania

0
372

Amman, LiputanIslam.com   Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengirim “pesan tertulis” atau surat kepada Raja Abdullah II dari Yordania, yang berisikan pembahasan mengenai hubungan antara kedua negara dan mekanisme penguatannya.

Menurut pernyataan Pengadilan Kerajaan Yordania, surat tersebut disampaikan kepada Raja Yordania oleh Menteri Luar Negeri Iran Hussein Amir-Abdullahian dalam pertemuan antara keduanya  di sela-sela Konferensi Bagdad untuk Kerjasama dan Kemitraan yang berlangsung di Amman, ibu kota Yordania, Selasa (20/12).

Pernyataan itu mula-mula menyebutkan bahwa Raja Abdullah II, “dalam pertemuan itu menekankan pentingnya Konferensi Bagdad untuk Kerjasama dan Kemitraan bagi kelangsungan dukungan kepada Irak” dan bagi mekanisme kerjasama regional yang sekiranya dapat mewujudkan interes kolektif.

Pernyataan itu kemudian menyebutkan bahwa Menlu Iran “telah menyerahkan kepada Raja Yordania pesan tertulis dari Presiden Iran Ebrahim Raisi yang membahas hubungan bilateral kedua negara serta cara-cara penguatannya.”

Hubungan Yordania-Iran retak selama hampir dua dekade, setelah Yordania mendukung invasi militer diktator Irak mendiang Saddam Hossein terhadap Iran pada tahun 1980-an.

Hubungan antara Teheran dan Amman dicirikan sebagai diplomasi yang “hati-hati”, dan Yordania mengritik apa yang disebutnya campur tangan terhadap Iran dalam urusan internal Arab.

Sementara itu, menurut pernyataan Istana Kerajaan Yordania, Menlu Iran menekankan, “pentingnya perwalian Kerajaan Hasyimiyah (Yordania) dalam perlindungan dan perawatan tempat-tempat suci di Al-Quds Al-Sharif.”

Pernyataan itu menyebut bahwa dalam pertemuan itu telah ditekankan “pentingnya solusi politik untuk krisis kawasan, dan membangun hubungan regional yang mengkonsolidasikan keamanan dan stabilitas, berdasarkan prinsip ketetanggaan yang baik dan non-intervensif dalam urusan internal negara-negara.”

Pertemuan tersebut juga membahas “hubungan bilateral dan sejumlah isu regional yang menjadi kepentingan bersama.”

Edisi kedua Konferensi Kerja Sama dan Kemitraan Baghdad berakhir di wilayah Laut Mati ditutup pada hari yang sama. Konferensi itu dihadiri oleh delegasi Irak, Yordania, Prancis, Turki, Mesir, Kuwait, Arab Saudi, Emirat, Qatar, Kesultanan Oman, Bahrain dan Iran.

Konferensi itu diadakan dengan tujuan membantu Irak untuk memberikan keamanan, stabilitas dan kemakmuran, serta membahas berbagai isu penting lainnya.

Edisi pertama konferensi itu diadakan di ibu kota Irak, Bagdad, pada Agustus 2021. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Komandan Pasukan Quds IRGC: Israel Pasti akan Terusir, Saudi Cuma Sampahnya AS

Iran Nyatakan Siap Pulihkan Hubungan dengan Saudi jika Ada Hasrat yang Sama dari Riyadh

DISKUSI: