Komandan Pasukan Quds IRGC: Israel Pasti akan Terusir, Saudi Cuma Sampahnya AS

0
234

Teheran, LiputanIslam.com   Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Esmail Qaani memastikan bahwa kaum Zionis Israel pada akhirnya akan terusir dari tanah pendudukan Palestina, dan menyebut Arab Saudi sebagai bagian sampah dan antek murahan AS sehingga terlalu remeh untuk dapat dipandang sebagai musuh Iran.

Dalam pidato pada peringatan tahun pertama meninggalnya mantan duta besar Iran untuk Yaman Hassan Irloo, Selasa 20/12,  Qaani menyebutkan bahwa di wilayah pendudukan Tepi Barat saja setiap hari ada sekitar 50 operasi dilakukan terhadap Israel, dan bahwa Israel kini tertekan hebat dan frutasi.

Qaani menambahkan bahwa bangsa Palestina akan dapat mengusir Israel dari tanah pendudukan Palestina.

Komandan Pasukan Quds IRGC mengatakan bahwa ketika pendahulunya, Letjen  Qassem Soleimani, terbunuh oleh serangan drone AS di Irak, “kami memperingatkan warga Israel untuk menjual rumah mereka dan meninggalkan Palestina.”

“Hari ini, kita melihat bahwa di wilayah pendudukan, tokoh Yahudi tua telah membentuk organisasi untuk meninggalkan wilayah pendudukan,” katanya.

Perkembangan terbaru ini  terjadi sehari setelah seorang jenderal terkemuka rezim Israel mengatakan bahwa di Palestina pendudukan terjadi pembentukan jaringan komunikasi di antara warga Palestina, masalah yang mengkhawatirkan para pejabat dan elit Israel yang menganggap rezim Zionis ini menghadapi ancaman eksistensial.

Para pejabat Palestina juga menegaskan kembali bahwa kubu resistensi Palestina tidak akan berhenti memerangi Israel sampai wilayah pendudukan dibebaskan sepenuhnya.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, juga menyerukan dukungan kepada hak rakyat Palestina untuk mengakhiri pendudukan Israel dan mendirikan negara merdeka mereka dengan al-Quds sebagai ibukotanya, serta menekan hak kepulangan para pengungsi ke kampung halaman mereka.

Rezim Zionis Israel muncul pada tahun 1948 setelah menduduki sebagian besar wilayah Palestina selama perang yang didukung Barat. Dalam perang lain pada tahun 1967, rezim itu menduduki lebih banyak tanah Palestina, yaitu Tepi Barat, yang meliputi al-Quds Timur, dan Jalur Gaza di mana Hamas bermarkas.

Sejak saat itu, mereka telah membangun ratusan permukiman di wilayah pendudukan dan menerapkan pengekangan paling agresif terhadap kebebasan Palestina di sana. Tel Aviv menarik diri dari Gaza pada tahun 2005 namun terus mempertahankan blokade  darat, udara, dan laut terhadap Gaza sejak setahun setelah meninggalkan wilayah itu.

Di bagian lain pidatonya,  Brigjen Esmail Qaani menyinggung Arab Saudi dengan mengatakan, “Saudi dan para antek murahan AS di kawasan tak layak kita pandang sebagai musuh.”

Menurutnya, gelanggang resistensi adalah gelanggang konfrontasi utama dengan musuh, sementara orang-orang AS dan Eropa tak jantan di medan pertempuran karena mereka “memang penakut dan kalah di medan pertempuran utama”.

“Penjahat AS ini telah menampilkan anjing haus darah semisal entitas Zionis dan beberapa antek murahannya semisal Saudi di tengah umat Islam serta membiarkan tangan mereka terbuka dan mengeluarkan $ 7000 miliar di kawasan Asia Barat (Timteng) di berbagai bidang,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, “Musuh utama Iran adalah para pejabat Zionis, sedangkan yang lain seperti Saudi hanyalah antek dan sampah yang tak berharga.” (mm/presstv/alalam)

Baca juga:

Iran Nyatakan Siap Pulihkan Hubungan dengan Saudi jika Ada Hasrat yang Sama dari Riyadh

Teheran: Klaim Kepala CIA mengenai Kerjasama Militer Iran-Rusia Bagian dari Propaganda Perang

DISKUSI: