Upaya Pembunuhan Perdana Menteri Irak, Upaya Pengkambing Hitaman Kelompok Pejuang?

0
215

Baghdad, LiputanIslam.com –  Jubir Angkatan Bersenjata Irak Brigjen Yahya Rasool menyebutkan rincian dugaan upaya pembunuhan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi dengan serangan drone.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi Irak, Ahad (7/11), Yahya Rasool mengatakan bahwa tempat peluncuran drone sudah diketahui dan dalam peristiwa itu sebanyak dua drone telah diterbangkan dengan ketinggian rendah demi menghindari deteksi radar.

“Upaya pembunuhan itu mencakup peledakan kedua melalui sebuah drone, dan upaya ini telah digagalkan dengan penembakan jatuhan drone tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sel Media Keamanan Irak mengumumkan bahwa pada dini hari Ahad terjadi upaya gagal pembunuhan Al-Kadhimi dengan drone pembawa bom.

Menurut informasi yang didapat RT, sebuah drone telah terbang selama lebih dari tiga menit di kawasan sekitar tempat kediaman Al-Kadhimi di Zona Hijau Baghdad. Staf perlindungan lantas melepaskan tembakan untuk menjatuhkannya namun gagal.

Begitu drone itu mendekati rumah Al-Kadhimi, penembakan diintensifkan sesuai perintah para pejabat kantor Al-Kadhimi, bersamaan dengan diambil tindakan untuk melindungi Al-Kadhimi, tapi drone itu berhasil menjatuhkan bom.

Menurut informasi itu, sasaran serangan adalah rumah pribadi Al-Kadhimi, yang dekat dengan rumah mantan perdana menteri Nouri Al-Maliki.

Al-Kadhimi mengutuk serangan itu dan menyatakan bahwa pemerintahannya mengetahui siapa pelakunya dan akan mengungkapnya.

“Kami akan mengejar para pelaku kejahatan kemarin, kami mengetahui dengan baik dan akan mengungkapnya,” tegasnya.

Pengkambing Hitaman Kelompok Pejuang

Sekjen Asaib Ahl Al-Haqq Syekh Qais Al-Khazali menyerukan pembentukan komite teknis khusus dan terpecaya untuk penyelidikan kasus tersebut.

“Kami menekankan keharusan penyelidikan atasnya oleh komite teknis ahli dan terpercaya untuk pemastian penyebab dan motifnya,” ungkap Al-Khazali.

Dia juga mengatakan, “Jika peledakan ini bukan insidental dan semisalnya, dan memang serangan, maka kami dengan tegas mengutuk perbuatan ini, dan pelakunya harus dicari dengan sungguh-sungguh dan dihukum sesuai undang-undang.”

Al-Khazali menyebut peristiwa itu “upaya untuk mengacaukan kartu sehari setelah kejahatan nyata pembunuhan pengunjuk rasa serta serangan dan pembakaran tenda mereka”.

Dia kemudian menegaskan, “Kami sudah memperingatkan beberapa hari sebelumnya mengenai adanya niat berbagai pihak yang terkait dengan pihak-pihak intelijen untuk pemboman Zona Hijau dan kemudian pelemparan tuduhan terhadap faksi-faksi resistensi”.

Dia kemudian menegaskan, “Kami sudah memperingatkan beberapa hari sebelumnya mengenai adanya niat berbagai pihak yang terkait dengan pihak-pihak intelijen untuk pemboman Zona Hijau dan kemudian pelemparan tuduhan terhadap faksi-faksi resistensi”.

Al-Khazali juga mengatakan, “Tak seorang mementingkan pembunuhan perdana menteri yang masa jabatannya sudah berakhir. Orang yang ingin membunuhnya tidak akan menggunakan drone, dan kami punya cara yang lebih murah yang juga jauh lebih efektif kalau memang kami ingin menyerangnya.”

Pemerintah Iran, pemerintah Suriah dan kelompok pejuang Hizbullah Lebanon mengutuk keras serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Irak Fouad Hossein mengatakan bahwa serangan itu tak menjatuhkan korban, dan para pejabat Irak terus mengikuti proses penyelidikannya. (mm/alalam/rt/raialyoum)

Baca juga:

Unjuk Rasa Protes Hasil Pemilu di Irak Rusuh, Sejumlah Orang Tewas

Kelompok Pejuang Irak Sebut Aksi IRGC Melawan Pasukan AS Bangkitkan Pamor Islam

DISKUSI: