Unjuk Rasa Protes Hasil Pemilu di Irak Rusuh, Sejumlah Orang Tewas

0
278

Baghdad, LiputanIslam.com –  Unjuk rasa protes terhadap hasil pemilu parlemen Irak berubah menjadi kekerasan di mana massa pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan pasukan keamanan di luar Zona Hijau bersistem keamanan tinggi di Ibu Kota Baghdad, Jumat (5/11).

Para pengunjuk rasa melemparkan batu ke pasukan keamanan yang menembakkan gas air mata dan melepaskan peluru ke udara untuk membubarkan kerumunan.

Dua pengunjuk rasa dilaporkan tewas, dan puluhan terluka dari kedua belah pihak, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban.

Hasil pemungutan suara parlemen 10 Oktober menunjukkan bahwa sebuah blok yang dipimpin oleh pemimpin Muslim Syiah berpengaruh Moqtada al-Sadr memenangkan 73 kursi, mempertahankan posisinya sebagai kelompok terbesar di parlemen Irak yang beranggotakan 329 orang.

Aliansi Fatah, cabang politik dari multipartai Hashd al-Shaabi memperoleh sekitar 15 kursi, menurut hasil awal. Di parlemen terakhir, aliansi ini menduduki 48 kursi, yang menjadikannya blok terbesar kedua.

Para pengunjuk rasa menyatakan bahwa hari Jumat itu merupakan “kesempatan terakhir bagi pemerintah dan komisi pemilihan untuk mengadakan penghitungan ulang semua suara”.

Komisi pemilihan independen Irak menerima lebih dari 1.300 banding yang diajukan sebuah kelompok ad hoc.

Setelah penilaian awal, Komisi menganulir sebagian besar pengaduan dengan alasan “kurangnya bukti”, dan menyatakan akan mengeluarkan keputusan akhir atas sisa banding sebelum mengajukannya ke Mahkamah Agung untuk sertifikasi akhir.

Tidak jelas kapan hasil akhir pemilu akan diumumkan, namun kemungkinan besar tidak akan berubah secara signifikan. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Kelompok Pejuang Irak Sebut Aksi IRGC Melawan Pasukan AS Bangkitkan Pamor Islam

 

DISKUSI: