Gaza, LiputanIslam.com –  Unjuk rasa mingguan anti-pendudukan Zionis Israel, atau yang lebih dikenal dengan aksi  Great March of Return” kembali digelar warga Palestina di bagian timur Jalur Gaza, Jumat (6/12/2019) setelah sempat terhenti selama tiga minggu berturut-turut.

Panitia nasional aksi yang menuntut pemulangan seluruh pengungsi Palestina dan penghapusan blokade Israel atas Jalur Gaza ini  dalam siaran persnya menyerukan kepada penduduk Gaza agar mengikuti aksi ini secara besar-besaran dan meminta semua media meliputnya.

Panitia mengingatkan kepada warga Palestina agar tidak memberi kesempatan bagi rezim pendudukan untuk menghentikan aksi damai yang digelar setiap hari Jumat itu.

Baca: PBB Minta Israel Keluar dari Wilayah Pendudukan Golan

Unjuk rasa yang melibatkan ribuan orang itu dimulai pada 30 Maret 2018 dan digelar di kawasan sepanjang pagar perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel (Palestina pendudukan 1948). Mereka menuntut pemulangan seluruh pengungsi Palestina ke kampung halaman mereka, termasuk di wilayah Israel, dan penghentian blokade Israel atas Jalur Gaza.

Baca: Israel Usulkan Aliansi Militer Barat-Arab untuk Cegah Pengembangan Rudal Iran

Aksi damai ini kerap dihadapi pasukan Zionis dengan kekerasan untuk membuyarkan kerumunan massa, termasuk dengan menembakkan gas air mata dan bahkan peluru tajam kepada pengunjuk rasa hingga menjatuhkan banyak korban gugur dan luka. Sejauh ini tercatat 362 orang Palestina gugur syahid, yang jenazah 15 orang diantaranya ditahan oleh Israel, dan 31,000 lainnya terluka akibat kekerasan tersebut. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*