NewYork, LiputanIslam.com –  Majelis Umum PBB telah mengadopsi resolusi yang menuntut agar Israel meninggalkan wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan milik Suriah. Bersamaan dengan ini, Perdana Menteri Israel menyebut “kekaisaran Iran” sedang terguncang.

Kantor berita Novosti milik Rusia, Rabu (4/12/2019), melaporkan bahwa sebanyak 91 negara mendukung resolusi ini, sembilan negara menentang, dan 65 negara lainnya abstain.

Resolusi itu menyerukan kepada Israel agar meninggalkan semua wilayah Suriah yang didudukinya di Golan sampai garis yang ditetapkan pada 4 Juni 1967, sebagai bentuk pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Majelis Umum menganggap keputusan Israel pada 14 Desember 1981, yang memperpanjang kekuasaannya dan memberlakukan hukumnya di Golan Suriah, batal demi hukum.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertolak ke Portugal untuk menemui Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo guna membicarakan masalah “ancaman Iran” dan Lembah Yordania.

Baca: Tolak Pembebasan Bersyarat Israel, Tahanan Suriah Ini Dipuji Assad

“Pembicaraan dengan Pompeo akan berfokus pada Iran dan dua masalah lain; pembentukan aliansi pertahanan dengan AS, dan kepastian pengakuan AS di masa depan terhadap kedaulatan Israel atas Lembah Yordania,” ujar Netanyahu sebelum bertolak menuju Lisbon.

AS belum lama ini mengaku tidak lagi menganggap permukiman Israel melanggar hukum internasional, sementara Netanyahu menyerukan optimalisasi tekanan terhadap Iran.

Baca: Jaksa Agung Israel Hadirkan 333 Saksi untuk Kasus PM Netanyahu

“Kekaisaran Iran sedang berguncang. Ada demonstrasi di Teheran, Bagdad dan Beirut. Penting untuk meningkatkan tekanan terhadap agresi Iran,” tegasnya.

Netanyahu juga dijadwalkan menemui Perdana Menteri Portugal Antonio Costa. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*