Uni Eropa Desak Israel Urungkan Rencana Aneksasi Tepi Barat

0
88

Brussel, LiputanIslam.com – Uni Eropa (UE) berupaya mencegah rencana Rezim Zionis Israel mencaplok bagian-bagian wilayah pendudukan Tepi Barat agar tidak memancing reaksi keras dari berbagai pihak.

Dalam rangka ini, UE menyiapkan peringatan yang bertujuan membujuk rezim penjajah Palestina itu agar mengurungkan rencana itu demi menghindari penjatuhan sanksi terhadapnya.

Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn dalam wawancara dengan AFP mengatakan, “Sejumlah besar negara pada hari Jumat lalu  mendukung rancangan teks yang telah kami siapkan dengan mitra saya dari Irlandia, Simon Coveny, di mana kami memperingatkan aneksasi yang akan melanggar hukum internasional.”

Dia menyayangkan “dua negara, Hongaria dan Austria, menolak menandatangani deklarasi, yang tidak akan menjadi sikap bersama, itu” namun dia menambahkan bahwa “dukungan sejumlah besar negara di jalur ini dengan sendirinya merupakan suatu kesuksesan.”

Para menteri luar negeri UE Jumat lalu membahas teks tersebut melalui konferensi video, dan teks itu akan dipublikasi pada hari Senin (18/5/2020) oleh Perwakilan Tinggi Uni Eropa Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell jika pemerintahan Benjamin Netanyahu dan mantan lawannya, Benny Gantz, dilantik pada hari Ahad (17/5/2020).

“Kami tidak berbicara tentang sanksi, kami menempatkan diri dalam posisi proaktif. Teks ini tidak menyinggung,” kata Jean Asselborn.

Dia menjelaskan bahwa teks itu terdiri dari empat poin.

“Kami menyambut baik pemerintah baru Israel, dan kami ingat bahwa Israel adalah mitra penting Uni Eropa, namun kami memperingatkan bahwa aneksasi (bagian dari Tepi Barat) akan melanggar hukum internasional,” katanya.

Baca: Hari Nakba 2020, Ini Curhatan Anak-Anak Muda Palestina

Dia menambahkan bahwa “Uni Eropa akan bekerja sama dengan negara-negara tetangga dan negara-negara regional, dan mengingatkan dukungannya kepada solusi negosiasi dua negara untuk prospek perdamaian yang berkelanjutan antara Israel dan Palestina.”

Asselborn menekankan bahwa “tidak ada alternatif bagi solusi ini, dan tidak ada orang yang menawarkan solusi lain yang dapat dilanjutkan.”

Baca: Rouhani: Di Tengah Wabah Covid-19, Iran Tetap Peringati Hari Quds Internasional

Sebelumnya, UE telah mengkritik prakarsa Presiden AS Donald Trump untuk penyelesaian konflik Palestina-Israel.

“Inisiatif AS, seperti yang diajukan pada 28 Januari, bergerak menjauh dari standar yang disepakati secara internasional,” kata Borrell pada awal Februari.

Dia mengingatkan bahwa “pelanggaran hukum internasional memiliki konsekuensi”, dan bahwa “kredibilitas Uni Eropa akan dipertaruhkan.” (mm/raialyoum)

DISKUSI: