UEA dan Bahrain Tandatangani Perjanjian Damai dengan Israel, Masih Ada 5-6 Negara Lagi?

0
103

Washington, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meneken perjanjian normalisasi hubungan bersama pejabat dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, dua negara Arab Teluk Persia, dengan mediasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, Selasa (15/9/2020).

Netanyahu meneken dua perjanjian, masing-masing bersama Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al-Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani. Ketiga pejabat ini bersama Trump juga menandatangani sebuah pernyataan bersama.

Perjanjian itu ditandatangani dalam tiga naskah yang masing-masing bahasa Arab, Inggris, dan Ibrani, mula-mula oleh UEA dan Israel, kemudian oleh Bahrain dan Israel.

Penandatanganan kedua perjanjian tersebut didahului dengan pertemuan Trump secara terpisah dengan Netanyahu, Abdullah bin Zayed, dan Al-Zayani, sebelum upacara penandatanganan.

Trump mengaku telah “mengadakan pembicaraan dengan Raja Saudi Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman” dan menyatakan “keduanya  berpikiran terbuka dan akan bergabung dalam perdamaian”.

“Hari ini bersejarah bagi perdamaian di Timur Tengah… Saya telah memerintahkan untuk menghentikan pendanaan kepada Palestina karena mereka tidak menghormati kami,” lanjut Trump.

Sementara itu, puluhan orang berkonstrasi di depan Gedung Putih untuk memrotes penandatanganan perjanjian itu sembari mengibarkan bendera Palestina dan berteriak, “Tidak, tidak untuk normalisasi” dan “Normalisasi adalah penipuan.”

Upacara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat AS, termasuk penasihat dan menantu Trump Jared Kushner dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, serta Ibu Negara AS Melania Trump dan istri Perdana Menteri Israel Sarah Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan perwakilan dari UEA dan Bahrain tiba di Gedung Putih pada hari Selasa untuk menandatangani dua “perjanjian bersejarah” guna menormalisasi hubungan dua negara Teluk itu dengan Rezim Zionis Israel.

Pada hari itu Trump mengumumkan bahwa lima atau enam negara Arab tambahan sedang bersiap menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel, setelah UEA dan Bahrain.

“Kami telah membuat kemajuan besar dengan sekitar lima negara, lima negara tambahan,” katanya di hadapan Netanyahu.

Tanpa menyebutkan nama negara dia menambahkan, “Kami memiliki setidaknya lima atau enam negara yang akan segera bergabung dengan kami. Kami sudah mulai berkonsultasi dengan mereka.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Israel-UEA Ingin Jadikan Pulau Socotra Yaman sebagai Pangkalan Intelijen

“Selasa Hari Hitam”, Palestina Pertimbangkan Keluar dari Liga Arab

DISKUSI: