“Selasa Hari Hitam”, Palestina Pertimbangkan Keluar dari Liga Arab

0
69

Ramallah, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtayeh mengatakan pemerintah akan memberikan rekomendasi kepada Presiden Mahmoud Abbas untuk mempertimbangkan kembali hubungan dengan Liga Arab.

Hal ini terjadi di tengah kemarahan Palestina terhadap perjanjian normalisasi hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) belakangan ini.

“Liga Arab telah menjadi simbol kelambanan Arab,” kata Ishtayeh dalam rapat mingguan kabinetnya, Senin (14/9/2020).

Pekan lalu, pertemuan menteri Liga Arab gagal mengadopsi rancangan Palestina yang mengutuk perjanjian normalisasi UEA-Israel yang terjadi pada Agustus lalu.

Bahrain kemudian menjadi negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Israel setelah UEA baru-baru ini serta Mesir pada tahun 1979 dan Yordania pada tahun 1994.

Gedung Putih akan menjadi tuan rumah upacara penandatanganan perjanjian normalisasi pada hari ini, Selasa (15/9/2020), yang akan dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed, dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdul-Latif al-Zayani.

“Selasa akan menjadi hari hitam dalam sejarah negara-negara Arab dan kekalahan institusi Liga Arab,” kecam Ishtayeh.

Otorita Palestina mengutuk kesepakatan normalisasi Bahrain-Israel sebagai pengkhianatan lain oleh negara Arab.

Menteri urusan sosial di Otorita Palestina Ahmad Majdalani kepada kantor berita AFP menyebut perjanjian itu sebagai “tusukan dibelakang perjuangan Palestina dan rakyat Palestina”.

Faksi Hamas, yang berkuasa di Jalur Gaza, menyebut kesepakatan itu “agresi” yang menimbulkan “prasangka serius” terhadap perjuangan Palestina. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Pemimpin Ansarullah Yaman Sebut Saudi dan UEA Munafik dan Menyimpang

Soal Normalisasi Arab-Israel, Velayati Tegaskan Keamanan Iran “Garis Merah”

DISKUSI: