Turki Tolak Deklarasi Mesir, LNA Menguat lagi Dalam Perang Libya

0
144

Ankara, LiputanIslam.com – Pemerintah Turki menolak gagasan pemerintah Mesir untuk penyelesaian krisis Libya.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoglu menyatakan Ankara menolak “Deklarasi Kairo” untuk penyelesaian krisis Libya dengan alasan deklarasi itu lebih merupakan upaya Mesir menyelamatkan kubu Khalifa Haftar yang belakangan ini menderita banyak kerugian di medan perang.

Khalifa Haftar adalah pemimpin kubu Tentara Nasional Libya (LNA) yang didukung Mesir dan Uni Emirat Arab dalam perang saudara melawan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki.

“Upaya gencatan senjata yang diumumkan di Kairo sudah mati di masa pertumbuhan. Jika gencatan senjata ditandatangani, itu harus melalui platform yang menyatukan semua pihak, ” ujar Çavuşoglu kepada surat kabar Hurriyet, Rabu (10/6/2020).

“Kami tidak melihat seruan gencatan senjata untuk menyelamatkan Haftar itu murni, atau kami bisa mempercayainya,” lanjutnya.

Sementara itu, LNA dalam serangan balasan terhadap GNA di barat kota Sirte berhasil merebut kembali beberapa daerah yang sebelumnya direbut oleh GNA.

Baca: Lembaga Fatwa Mesir Kecam Erdogan dan Ikhwanul Muslimin

LNA yang juga didukung Rusia menyatakan pihaknya telah merebut kembali Lembah Jarif, desa Al-Qubayah, dan sejumlah titik di sekitar poros barat Sirte, meskipun menjadi sasaran serangan drone Angkatan Udara Turki.

Lihat: Video: Mesir Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Libya

Keberhasilan LNA itu banyak dikaitkan dengan sistem pertahanan udara mereka, yang berhasil merontokkan empat unit drone Turki di front Sirte.

Menggunakan sistem Pantsir buatan Rusia mereka, LNA dapat membatasi efektivitas drone Turki dan memaksa pasukan GNA bertempur di tempat terbuka. (mm/amn)

DISKUSI: