Turki Minta NATO Bantu Hadapi Tentara Suriah di Idlib

0
329

Ankara, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menyerukan kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) agar memberikan bantuan yang serius dan signifikan kepada Turki dalam menghadapi serangan Pasukan Arab Suriah (SAA) di Idlib di bagian barat laut Suriah.

Seruan itu dinyatakan Akar dalam wawancara dengan AP, Selasa (11/2/2020), sembari menyatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada pasukan Turki agar membalas setiap serangan SAA terhadap pos-pos pantau pasukan Turki atau zona-zona militer di Idlib.

Menurutnya, sebanyak total 12 pos pantau pasukan Turki akan terus menjalankan misinya di Idlib, dan Turki juga akan terus berusaha mendesak Rusia agar menekan Suriah supaya menerapkan perjanjian zona de-eskalasi dan mundur dari jalur M-5 yang sangat strategis.

Akar menjelaskan bahwa Ankara melakukan desakan demikian terutama demi memulangkan warga sipil Suriah ke kampung halaman mereka, dan mengingat bahwa Turki menyokong perjanjian gencatan senjata di Sochi, Rusia, demi mencegah terjadinya gelombang pengungsi baru Suriah.

Ditanya mengenai harapannya kepada sidang para menteri pertahanan NATO, dia mengatakan bahwa Turki yang juga merupakan anggota pakta itu mengharapkan para sekutunya di NATO menempuh langkah-langkah signifikan demi menghentikan operasi militer Suriah di Idlib, dan pada gilirannya membendung gelombang pengungsian baru yang juga berdampak buruk bagi Eropa.

“NATO, Uni Eropa, dan seluruh komunitas internasional harus memberikan dukungan serius dan signifikan demi memaksa pemerintah Suriah menghentikan serangannya ke Idlib,” ujar Akar.

Baca: Pertama Sejak 2012, Tentara Suriah Kuasai Penuh Jalur Damaskus-Aleppo

Menteri Pertahanan Turki juga mengklaim bahwa serangan SAA itu hanya akan memperparah ekstremisme, dengan dalih bahwa semakin banyak korban akan yang berusaha membalas serangan pasukan Presiden Suriah Bashar Assad tersebut.

Baca: Foto: Konvoi Militer Turki Hancur Digempur Tentara Suriah

“Orang-orang yang kehilangan rumah dan keluarganya dalam serangan rezim Assad akan berusaha melakukan sesuatu untuk membalas dendam, dan ini dapat memperkuat penyebaran ekstremisme,” tuturnya.

Di pihak lain, SAA kembali menegaskan penolakannya terhadap keberadaan tentara Turki di wilayah Suriah, dan karena itu SAA juga menyatakan akan membalas serangan tentara Turki yang berusaha menghadang gerak maju SAA menuju sarang-sarang terakhir kawanan teroris dan pemberontak di barat laut Suriah.

Dalam statemennya, Selasa, SAA menuding Turki semakin jauh melanggar kedaulatan Suriah dan hukum internasioanl ketika mengirim bala bantuan militer ke Idlib dan Aleppo di saat SAA terus bergerak maju menggempur dan mengejar kawanan bersenjata. (mm/raialyoum/sana)

 

DISKUSI: