Turki Mengaku Tak Akan Mundur Meskipun Mesir Terlibat dalam Perang Libya

0
78

Ilustrasi militer Turki di LIbya. Sumber foto: Rush Hour Daily

Ankara, LiputanIslam.com –  Seorang pejabat senior Turki menyatakan bahwa intervensi militer Mesir di Libya tidak akan menghalangi dukungan Turki kepada sekutunya di Libya. Pernyataan ini merupakan tanggapan peringatan Presiden Mesir Abdul Fattah El-Sisi sebelumnya mengenai kemungkinan intervensi tersebut.

“Pernyataan El-Sisi tidak berdasar … Turki dan Libya tidak akan menyimpang dari tekad mereka,” kata pejabat Turki, yang meminta identitasnya dirahasiakan, kepada Reuters, Senin, seperti dikutip al-Masdar, Selasa (22/6/2020).

Dia menambahkan, “Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), dengan dukungan Turki, terus mempersiapkan diri untuk meraih kendali atas kota pesisir strategis Sirte, yang direbut oleh pasukan Khalifa Haftar pada Januari lalu, dan wilayah Al-Jufra ke arah selatan. ”

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay juga menanggapi pernyataan El-Sisi dengan memperingatkan, “Intervensi langsung Mesir tidak akan didukung oleh Aljazair, yang merupakan tetangga lain Libya, dan akan menempatkan Mesir dalam konfrontasi dengan Turki, anggota NATO.”

Dia menambahkan, “Sisi tidak memiliki kekuatan atau keberanian untuk melakukannya.”

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi Sabtu lalu mengatakan, “Kairo memiliki hak yang sah untuk ikut campur di Libya.” Dia memerintahkan tentaranya bersiap menjalankan misi apapun di luar Mesir jika dirasa perlu.

Baca: Bom Waktu Perang antara Turki dan Mesir di Libya

Dalam pernyataan terbaru, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry memastikan negaranya tidak akan berpangku tangan melihat Libya jatuh ke “milisi teroris”.

“Kami telah berulang kali memperingatkan bahaya penyebaran terorisme di Libya… Libya dan rakyatnya tidak akan dikendalikan oleh milisi teroris,” ungkapnya dalam wawancara dengan saluran TV Al-Arabiya.

Baca: Kubu Libya Pro-Turki Sebut Statemen Presiden Mesir Deklarasi Perang

Tanpa menyebutkan nama Turki yang selama ini dilaporkan telah mengerahkan ribuan militan dari Suriah ke Libya untuk menyokong GNA melawan Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Khalifa Haftar yang didukung Mesir, Shoukry mengatakan, “Pengiriman tentara bayaran dan teroris menggoyahkan Libya.” (mm/amn)

DISKUSI:
SHARE THIS: