Kubu Libya Pro-Turki Sebut Statemen Presiden Mesir Deklarasi Perang

0
151

Tripoli, LiputanIslam.com –  Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang berbasis di Tripoli, ibu kota Libya, mengecam pernyataan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi mengenai kemungkinan intervensi militer Mesir di Libya, dan bahkan menyebutnya sebagai “deklarasi perang.”

Dewan Kepresidenan yang berafiliasi dengan GNA, Ahad (21/6/2020), menyatakan, “Negara Libya menegaskan bahwa campur tangan dalam urusan internal dan pelanggaran kedaulatan negara, baik melalui pernyataan media dari beberapa negara seperti yang dilakukan oleh Presiden Mesir, atau dukungan untuk kudeta, milisi dan tentara bayaran, tak dapat diterima. Itu tercela dan dianggap sebagai aksi permusuhan, campur tangan secara terbuka dan pernyataan perang. ”

Dewan ini menambahkan, “Kami mengingatkan semua orang bahwa GNA adalah satu-satunya perwakilan sah negara Libya, dan hanya ini yang berhak menentukan bentuk dan jenis perjanjian dan aliansi.”

Dewan Kepresidenan juga menyebutkan bahwa GNA pada tahun lalu telah menyerukan solusi politik damai untuk krisis di negara ini, namun  “beberapa negara mengancam akan melakukan intervensi militer.”

Baca: Presiden El-Sisi Isyaratkan Kemungkinan Turunnya Pasukan Mesir ke Libya

“Kami akan menghadapi dengan kuat segala ancaman terhadap negara kami, dan negara-negara itu harus memperhatikan masalah dan ancaman keamanan mereka di dalam wilayah mereka,” lanjut dewan itu.

El-Sisi Sabtu lalu menyatakan bahwa intervensi langsung Mesir di Libya memiliki legitimasi internasional. Dia juga menyerukan kesiapan tentara Mesir menjalankan operasi militer di luar negeri.

Baca: Menlu Turki Gelar Perundingan dengan GNA Libya

Perkembangan ini terjadi ketika pasukan GNA yang didukung Turki sedang bersiap untuk meluncurkan serangan ke kota Sirte, yang dikendalikan oleh Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Marsekal Lapangan Khalifa Haftar yang didukung oleh Mesir. (mm/amn)

DISKUSI: