Turki Kecam Pembatalan Hukuman Mati Para Pembunuh Jamal Khashoggi

0
46

Istanbul, LiputanIslam.com –   Turki mengecam putusan yang baru dikeluarkan pengadilan pidana Arab Saudi yang membatalkan lima hukuman mati yang pernah dikeluarkan dalam kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat negaranya di Istanbul, Turki, pada 2018.  Turki menyebut putusan itu di bawah ekspektasi.

Kecaman itu dinyatakan oleh juru bicara kepresidenan Turki Fahrettin Altun melalui halaman Twitter-nya, Senin (8/9/2020), tak lama setelah pengadilan Saudi mengeluarkan putusan final tersebut.

“Putusan akhir yang dikeluarkan oleh pengadilan Saudi hari ini dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Kerajaan di Istanbul tidak memenuhi harapan Turki dan komunitas internasional,” tulisnya.

“Kami belum tahu apa yang terjadi dengan jasad Khashoggi, siapa yang ingin membunuhnya, dan apakah ada kolaborator lokal, perkara yang  menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas proses hukum di Arab Saudi,” lanjutnya.

Altun juga menyatakan, “Kami mendesak pihak berwenang Saudi untuk bekerjasama dengan penyelidikan yang sedang berlangsung dan terus dilakukan Turki mengenai kasus pembunuhan ini.”

Dia menekankan bahwa “menjelaskan pembunuhan Khashoggi, yang dilakukan di wilayah Turki, dan mencapai keadilan adalah kewajiban secara hukum dan rasionalitas, dan ini adalah satu-satunya cara untuk mencegah kekejaman semacam itu di masa depan.”

Sebelumnya di hari yang sama Jaksa Penuntut Umum Saudi mengumumkan penutupan kasus pembunuhan Khashoggi, baik secara umum maupun khusus, dengan keluarnya putusan akhir terhadap delapan terpidana.

Jaksa Penuntut Umum mengeluarkan hukuman penjara 20 tahun untuk 5 terdakwa, dan hukuman penjara antara 7 dan 10 tahun untuk 3 orang lainnya.

Khashoggi adalah jurnalis Saudi yang tinggal di Amerika Serikat sejak 2017 dan dikenal kristis terhadap Kerajaan Saudi. Dia dibunuh di konsulat negaranya di Istanbul, Turki, oleh tim khusus pembunuhan Saudi, pada 2 Oktober 2018 , namun jasadnya belum ditemukan sampai sekarang.

Insiden ini menyebabkan penurunan tajam dalam hubungan antara Ankara dan Riyadh. Ankara menuding otoritas Kerajaan Saudi berusaha menyembunyikan orang yang paling bertanggungjawab atas kejahatan itu, yang diduga adalah Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman,  sementara jaksa penuntut Turki mendakwa 20 warga Saudi. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Raja Salman Puji Sepak Terjang AS di Timteng

Ansarullah Umumkan Serangan Terbarunya ke Beberapa Titik Strategis di Saudi

DISKUSI: