Turki Desak LNA Keluar dari Sirte, Mesir Tegaskan Sudah Saatnya Pengiriman Teroris ke Libya Dihentikan

0
189

Ankara, LiputanIslam.com – Pemerintah Turki menegaskan bahwa kubu Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki di Libya bertekad untuk mengusir kubu lawannya, Tentara Nasional Libya (LNA), yang didukung Mesir. Di pihak lain, pemerintah Mesir menegaskan bahwa sudah saatnya terorisme di Libya diperangi.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa GNA tidak menerima gencatan senjata kecuali jika GNA angkat kaki dari kota strategis Sirte dan kawasan Al-Jafra, serta kembali kepada perjanjian Skhirat.

Seperti dilaporkan al-Masdar, Ahad (12/7/2020), dalam wawancara dengan surat kabar Inggris, Financial Times, Cavusoglu menegaskan tak akan ada kesepakatan gencatan senjata sebelum LNA keluar dari Sirte dan Al-Jafra.

Menurut Cavusoglu, GNA bertekad melanjutkan operasi militernyanya melawan pasukan LNA kecuali jika Haftar ini mundur dari kota pesisir Sirte, dan wilayah Al-Jafra, yang memiliki pangkalan udara strategis.

Cavusoglu juga menyebutkan bahaya yang ditimbulkan oleh konfrontasi antara GNA dan LNA karena berpotensi berubah menjadi perang proksi di Libya atau bahkan konflik langsung antara pasukan asing yang mendukung berbagai pihak di Libya.

Mengenai serangan udara yang menerjang Pangkalan Udara Al-Watiyah di Libya barat yang dikuasai GNA, Cavusoglu menyatakan bahwa penyelidikan atas peristiwa itu masih dilakukan. Dia lantas memperingatkan bahwa  pihak-pihak yang berada di balik pemboman itu akan bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Baca: Ganti Pertahanan Udara yang Hancur di Libya, Turki Datangkan Sistem Ukraina

Di pihak lain, penerintah Mesir yang menyokong LNA menegaskan bahwa sudah tiba saatnya sekarang sejumlah negara berhenti mengirim kawanan “teroris asing” ke Libya.

Wakil Tetap Mesir di PBB Mohamed Idris dalam sidang virtual mingguan mengenai kontra-terorisme menyampaikan pesan itu tanpa menyebutkan nama Turki yang kerap disebut-sebut telah memboyong banyak militan dari Suriah ke Libya untuk membantu GNA dalam perang melawan LNA.

Baca: Video: Pasukan Mesir Beraksi, Satu Kapal di Mediteranian Tenggelam Dihantam Rudal

Dia mengatakan bahwa di tengah tantangan keras pandemi virus corona (Covid-19), sebagian negara justru sengaja melakukan “praktik negatif berupa pengiriman teroris asing ke kantung-kantung konflik di Libya”.

Dia lantas menegaskan bahwa praktik demikian harus dihentikan, dan bahwa Mesir konsisten untuk bekerjasama dengan pihak-pihak internasional dalam upaya kontra-terorisme dan radikalisme. (mm/amn/raialyoum)

DISKUSI: