Turki Ancam Usir Tentara AS dari Pangkalan Incirlik

0
118

Ankara, LiputanIslam.com –  Pemerintah Ankara mengancam akan mengeluarkan tentara AS dari pangkalan Incirlik, Turki, jika Washington melaksanakan ancamannya untuk menjatuhkan sanksi terhadap Ankara terkait dengan tekad Turki membeli pertahanan udara S-400 dari Rusia.

“Kami akan menilai skenario terburuk dan membuat keputusan. Jika AS menjatuhkan sanksi terhadap Turki, maka masalah pangkalan Incirlik dan Kurecik mungkin ada dalam agenda,” kata Cavusoglu.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Ankara tidak akan melepaskan sistem pertahanan udara S-400 Rusia demi membeli sistem Patriot dari AS.

Radar peringatan dini serangan rudal, yang merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal NATO di Eropa, telah dikerahkan ke daerah Kurecik, provinsi Malatya, Turki tenggara, dan dioperasikan pada awal 2012, sementaranya pemfungsiannya disediakan oleh militer AS.

Baca: Erdogan: Kekerasan Israel Mendapat Motivasi dari Sebagian Negara Arab

Mevlut Cavusoglu menambahkan bahwa Ankara tidak akan mendukung rencana NATO untuk melindungi negara-negara Baltik sebelum aliansi ini mengadopsi rencana perlindungan Turki dari ancaman “teroris”.

Pada November lalu Erdogan mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari AS, Donald Trump, di Washington. Usai pertemuan ini Erdogan mengatakan bahwa Ankara bisa jadi membeli sistem Patriot AS, namun juga mengingatkan bahwa  desakan AS kepada Turki agar menyingkirkan S-400 merupakan pelanggaran atas kedaulatan Turki.

Baca: Assad: Eropa, AS, dan Turki Dalang Terorisme di Suriah

Pengiriman S-400 dimulai pada Juli 2019 dan menyebabkan keretakan hubungan antara Turki dan AS,. Menurut Erdogan, S-400 akan beroperasi penuh pada April 2020.

AS terus mendesak Turki membatalkan pengiriman S-400 karena khawatir tidak sesuai dengan standar keamanan NATO dan bisa jadi membahayakan operasi jet tempur F-35 AS. Namun, Turki bersikukuh untuk terus menerima pengiriman sistem canggih buatan Rusia tersebut. (mm/sputnik)

DISKUSI: