Turki Ancam Segera Serang Tentara Suriah, Rusia Beri Peringatan

0
6

Istanbul, LiputanIslam.com –  Turki mengancam akan segera memulai operasi militer terhadap Pasukan Arab Suriah (SAA) di Provinsi Idlib, dan Rusiapun segera mengirim sinyal peringatan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa pembicaraan Ankara dengan Moskow dalam dua minggu terakhir gagal membuahkan “hasil yang kita inginkan”.

Dia lantas  memperingatkan bahwa Turki mungkin akan melancarkan operasi militer di Suriah kecuali jika Damaskus menarik pasukannya sebelum akhir bulan Februari ini.

“Operasi di Idlib sudah dekat. Kami telah memulai penghitungan mundur, ini adalah peringatan terakhir kami,” kata Erdogan dalam pidato televisi, Rabu (19/2020).

Dia menyeru pasukan Suriah mundur menjauhi posisi-posisi militer Turki di Idlib, yang didirikan berdasarkan perjanjian 2018 dengan Rusia untuk mencegah serangan SAA.

Kremlin segera menanggapi ancaman Erdogan dengan memperingatkan bahwa operasi militer Turki terhadap SAA akan menjadi “skenario terburuk.”

Baca: Aleppo Bebas dari Teroris, Parlemen Suriah: Rakyat Bersorak Kegirangan

Bersamaan pengerahan pasukan Turki ke Idlib dalam beberapa pekan terakhir, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar kepada wartawan di Ankara mengatakan, “Tidak mungkin bagi kami menarik diri dari pos-pos  pantau kami… Jika pos-pos itu mendapat serangan dalam bentuk apapun maka kami akan memberikan balasan setimpal.”

Baca: Perundingan Rusia-Turki Kandas, Hantu Perang Besar Idlib Kian Menyeringai

Sementara itu, utusan PBB untuk Suriah Geir O. Pedersen di Dewan Keamanan PBB memperingatkan “bahaya eskalasi segera” di Suriah barat laut, menyusul pernyataan terbaru Turki dan Rusia.

“Saya tidak dapat berbicara tentang kemajuan apa pun untuk mengakhiri kekerasan di barat laut (Suriah) atau untuk menghidupkan kembali proses politik,” katanya dalam rapat bulanan Dewan Keamanan mengenai Suriah, Rabu.

Dia menyebutkan bahwa Moskow dan Ankara belum mencapai “kesepakatan apa pun” meski telah dilakukan pembicaraan intensif  antara keduanya, dan pernyataan terbaru mereka “mengesankan bahaya eskalasi segera”. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS: