Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Perundingan Rusia-Turki Kandas, Hantu Perang Besar Idlib Kian Menyeringai

Published 20/02/2020 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Putaran ketiga perundingan delegasi Turki dan delegasi Rusia di Moskow mengenai gejolak militer di Provinsi Idlib, Suriah, kandas. Pasalnya, Rusia bersikukuh pada semua persyaratanya terkait dengan penumpasan kelompok-kelompok bersenjata yang tercantum dalam daftar teroris, pemulihan sepenuhnya kedaulatan Suriah atas Idlib sesuai Perjanjian Sochi, dan penolakan terhadap tuntutan Turki agar tentara Suriah mundur ke posisinya semula sejauh lebih 600 kilometer persegi dari Provinsi Idlib serta beberapa kota dan jalur strategis.

Kekandasan ini berarti bahwa Pasukan Arab Suriah (SAA) akan terus bergerak maju di sekitar kota Idlib dan merebut kembali daerah-daerah yang masih dikuasai kelompok-kelompok bersenjata. Dengan demikian, Turki dihadapkan hanya pada dua opsi;

Pertama, menerima realitas yang ada demi menghindari konfrontasi militer dengan Rusia serta Suriah, dan sekutunya.

Kedua, melanjutkan pengerahan pasukan dan bertempur dengan SAA untuk menghalaunya dari semua kota dan daerah yang telah direbutnya, termasuk jalur cepat M5 yang menghubungkan Aleppo dengan Damaskus.

Ibrahim Kalin, jubir resmi dan penasehat politik Presiden Turki, dalam jumpa pers di Ankara mengakui kegagalan perundingan mengenai Idlib di Moskow, sembari mengatakan bahwa Turki menolak peta, bukan surat, yang diajukan oleh Rusia.

Kalin menjelaskan, “Pengubahan pos-pos pantau militer Turki di Idlib tidak relevan, Turki akan terus melakukan pengerahan dan memperkuat kubu-kubu militer ke kawasan ini demi melindungi Idlib dan warga sipil di sana… Tentara Turki akan bereaksi sekeras mungkin jika personilnya di Idlib mendapat serangan.”

Di pihak lain, Rusia menekankan satu poin yang bisa jadi merupakan faktor kekandasan negosiasi di Moskow sehingga delegasi Turki pulang dengan tangan hampa.

“Keamanan dan stabilitas jangka panjang di Idlib dan bagian-bagian Suriah lainnya hanya dapat diwujudkan berdasarkan prinsip komitmen kepada kedaulatan, kemerdekaan, integritas, dan keutuhan wilayah negara ini,” ungkap Rusia dalam sebuah statemennya.

Poin ini menegaskan kedaulatan Suriah di Idlib dan sekitarnya, sehingga praktis menolak tuntutan utama delegasi Turki berupa penarikan SAA dari Khan Sheikhoun, Maarat al-Nouman, Saraqib, serta semua kota dan daerah lain di Provinsi Idlib, yang berarti penyerahan kembali semua itu kepada kelompok-kelompok bersenjata, terutama Hay’at Tahrir Sham yang tak lain adalah gerombolan teroris Jabhat al-Nusra.

Mungkin karena itulah delegasi Rusia mengajukan kepada delegasi Turki sebuah peta baru untuk pos-pos pantau militer  Turki yang menggantikan 12 titik lama yang sudah terkepung oleh SAA.

Presiden Erdogan memberi tenggat waktu hingga akhir bulan Februari ini kepada SAA agar mundur, dan jika tidak dipenuhi oleh SAA maka pasukan Turki akan menghalaunya dengan cara paksa. Dalam rangka ini Turki mengerahkan lebih dari 80 tank, 150 mobil lapis baja, dan puluhan ribu tentara ke Idlib.

Hanya saja, Turki sudah berulangkali mengancam namun hampir tak pernah menerapkannya, karena Turki tahu persis bahwa pasukannya berhadapan bukan hanya dengan SAA samata, melainkan juga militer Rusia yang selain menguasai zona udara Idlib juga menugaskan personilnya di darat. Turki tampaknya hanya akan bernyali jika mendapat dukungan secara terbuka dari AS dan negara-negara sekutu Turki lain sesama anggota NATO. Namun, kemungkinan demikian kecil di mata banyak pengamat.

Komando militer Rusia dengan alasan apapun tidak akan membiarkan serangan militer Turki mengubah realitas terbaru di lapangan, sementara SAA juga membukakan jalur aman bagi warga sipil untuk mengungsi sementara waktu dari Idlib sehingga tak ada alasan bagi Turki untuk menjadikan mereka sebagai tameng. Berbagai indikasi yang ada menunjukkan bahwa kemungkinan konfrontasi militer lebih besar daripada kemungkinan meredanya ketegangan.

Menlu Turki Mevlut Chavusoglu dalam jumpa pers menyatakan bahwa Presiden Erdogan dan Presiden Putin bisa jadi akan mengadakan pertemuan apabila perundingan delegasi kedua negara di Moskow tidak membuahkan hasil. Namun, Putin tampak tidak tertarik pada pertemuan itu dan sudah pula menyatakan penolakan terhadap tuntutan-tuntutan Turki terkait dengan Idlib. Putin terlihat sudah tak percaya lagi kepada komitmen Turki kepada kesepakatan-kesepakatan yang sudah dicapai, termasuk perjanjian Sochi September 2018.

Parahnya, Putin juga merasa ditelikung oleh Turki ketika Erdogan berkunjung ke Ukraina lalu memekikkan ucapan “Selamat Ukraina” dan menyatakan dukungannya kepada pemulihan kedaulatan Ukraina atas Semenanjung Krimea yang telah dianeksasi oleh Rusia.

Beberapa hari ke depan boleh dikata waktu yang determinan bagi panorama Suriah, terlebih kota Idlib. Segala tindakan gegabah Turki di sana sangat berpotensi mengobarkan konfrontasi berskala regional, dan bahkan internasional, terutama jika AS datang untuk memancing ikan di air keruh, mendorong Turki kepada perang atrisi di Idlib, dan terlebih lagi jika NATO juga ikut bermain. (mm/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account