Trump Umumkan Kesepakatan Normalisasi Hubungan Sudan dengan Israel

0
94

Washington, LiputanIslam.com –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, Jumat (23/10/2020), mengumumkan bahwa Sudan dan Israel telah bersepakat untuk menormalisasi hubungan antara keduanya.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa Trump menandatangani perjanjian Sudan-Israel melalui panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok serta Kepala Dewan Transisi Sudan Abdel Fattah al-Burhan.

“Para pemimpin ini setuju untuk normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel dan untuk mengakhiri keadaan perang antara negara mereka,” bunyi sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh ketiga negara tersebut.

Dengan demikian, Sudan menjadi negara Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel dalam dua bulan terakhir, setelah Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Trump mengaku berharap Palestina dan negara lain, termasuk Arab Saudi, dapat menyusul tiga negara Arab itu dalam beberapa bulan mendatang.

“Ini akan menjadi negara ketiga tempat kami melakukan ini, dan kami akan memiliki lebih banyak lagi negara yang akan datang,” katanya.

Meski demikian, penjabat menteri luar negeri Sudan Omar Gamareldin di hari yang sama mengatakan bahwa perjanjian untuk normalisasi hubungan dengan Israel bergantung pada persetujuan dari dewan legislatif yang belum dibentuk.

“Kesepakatan normalisasi dengan Israel akan diputuskan setelah selesainya lembaga konstitusional melalui pembentukan dewan legislatif,” katanya di TV pemerintah.

Dewan legislatif Sudan masih perlu dibentuk berdasarkan kesepakatan pembagian kekuasaan antara perwira militer dan warga sipil, yang secara bersama mengendalikan Sudan sejak Omar al-Bashir terguling pada tahun 2019.  Tak jelas kapan dewan itu akan terbentuk.

Keputusan Trump awal pekan ini untuk menghapus Sudan dari daftar Negara Sponsor Terorisme AS menjadi motif di balik kesepakatan Sudan tersebut, sekaligus prestasi bagi Trump dalam upaya mendongkrak elektabitasnya menjelang pemilu pada 3 November mendatang.

AS menetapkan Sudan sebagai negara sponsor terorisme pada tahun 1993, namun pada Senin lalu Trum mengaku akan mencabut nama Sudan dari daftar hitam itu setelah menyetor dana sebesar US$ 335 juta yang telah dijanjikan untuk dibayar sebagai kompensasi.

Sejak itu Khartoum menempatkan dana tersebut di rekening penampungan khusus untuk korban serangan al-Qaeda di kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998.

Sesaat sebelum mengumumkan kesepakatan Israel-Sudan, Trump memberi tahu Kongres ihwal “niatnya untuk secara resmi membatalkan penandaan Sudan sebagai Negara Sponsor Terorisme”.

Gedung Putih menyebut langkah itu sebagai “titik balik penting” bagi Khartoum, yang berusaha keluar dari isolasi selama beberapa dekade. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Bin Salman Mengaku akan Dibunuh Jika Lakukan Normalisasi dengan Israel

Axios: Israel Miliki Kedubes Rahasia di Bahrain Selama 11 Tahun

DISKUSI: