Timnas Maroko Kibarkan Bendera Palestina di Qatar, Begini Kekecewaan Sejarawan Israel

0
197

Quds, LiputanIslam.com   Seorang sejarawan terkemuka Israel mengecam timnas sepak bola Maroko yang telah mengibarkan bendera Palestina dalam perayaan lolosnya mereka ke babak semifinal Piala Dunia di Qatar.

“Dalam tampilan dualitas, para pemain timnas Maroko memilih untuk merayakan kemenangan mereka secara kolektif bersama bendera Palestina,” kata Eyal Zisser, seorang profesor studi oriental di Universitas Tel Aviv, dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh surat kabar Israel Today, seperti dikutip Rai Al-Youm, Ahad (11/12).

Dia menyatakan kemarahannya terhadap tim nasional Maroko dan massa suporter di stadion Piala Dunia Qatar yang sama-sama mengibarkan bendera Palestina.

“Mengibarkan bendera Palestina sama sekali tidak memberatkan, dan tentu saja tidak mendatangkan bahaya. Israel muncul sebagai pemenang dalam perjuangannya untuk eksistensi dan keamanannya,” ungkapnya.

Zisser beralasan, “Buktinya, Maroko sendiri dan banyak negara Arab menjalin hubungan diplomatik (baca: normalisasi) dengan Israel, mencapai kemajuan dalam kerjasama dengan Israel dalam serangkaian panjang berbagai bidang. Hanya saja, provokasi terhadap Israel menjadi menular,  dan di Qatar juga mendapat angin dukungan dari otoritas di sana, untuk menghapus pengaruh kerjasama mereka dengan AS dan dialog yang mereka dorong sejak beberapa tahun lalu dengan Israel.”

Dia menyebutkan “Qatar tidak lebih baik dari Iran. Memusuhi Israel adalah satu-satunya perkara yang kini dapat mempersatukan para pemuda Arab, dan demikianlah komitmen kepada urusan Palestina menjadi segmen kolektif mereka.”

Zisser menyatakan, “Israel dan orang-orang Israel sebaiknya berpuas dengan kemenangan yang telah mereka buat dengan kesiapan dunia Arab untuk menerima kita, dan tidak menuntut apa yang tak mungkin diwujudkan, dan mungkin tak perlu baginya pada realitas Timteng untuk masa kita.” (mm/railyoum)

Baca juga:

Harian Zionis: Orang-orang Palestina Semakin Berani Hadapi Israel

Dinilai Meresahkan, AS Kaji Kerja Sama dengan Kabinet Mendatang Israel

DISKUSI: