Dinilai Meresahkan, AS Kaji Kerja Sama dengan Kabinet Mendatang Israel

0
189

Washington,LiputanIslam.com– Situs Axios mengabarkan bahwa Gedung Putih akan mengkaji kerja sama dengan para menteri radikal di Kabinet mendatang Israel.

Menurut Axios, Dubes AS di Tanah Pendudukan telah memperingatkan Washington agar menemukan cara hati-hati dan cermat untuk menjalin kerja sama dengan Kabinet mendatang Tel Aviv.

Benyamin Netanyahu, yang ia sendiri adalah salah satu tokoh radikal Zionis, telah membentuk aliansi dengan faksi dan figur radikal untuk membentuk Kabinet; figur-figur yang memaksa Washington untuk bersuara.

Setelah terungkapnya kesepakatan Netanyahu untuk memilih tokoh-tokoh radikal di pos-pos penting Tentara, Keamanan Publik, dan Pendidikan, muncul kekhawatiran di Israel dan dunia soal Rezim Israel di masa depan.

Di sisi lain, Netanyahu meminta perpanjangan waktu untuk membentuk Kabinet Rezim Zionis.

Menurut pemberitaan media-media Israel, Netanyahu secara resmi telah meminta dari Presiden Isaac Herzog untuk memperpanjang tenggat waktu konstitusional pembentukan Kabinet.

Permintaan ini diajukan Netanyahu di saat tenggat 28 hari yang diberikan kepada Netanyahu hampir berakhir.

Berdasarkan UU Israel, Herzog akan mengkaji permintaan ini. Jika disetujui, pihak pembentuk Kabinet akan diberi tambahan waktu 14 hari. Setelah itu, tenggat waktu ini tidak akan diperpanjang lagi. (af/yjc)

DISKUSI: