Terminyal Minyak Saudi Terbakar Akibat Serangan Yaman

0
453

Riyadh, LiputanIslam.com –  Kementerian Energi Arab Saudi mengumumkan terjadinya kebakaran pada salah satu tangki di stasiun minyak negara ini di Jizan dalam peristiwa serangan proyektil dari Yaman ke wilayah Saudi.

Televisi resmi Saudi pada kamis malam (25/3) memberitakan bahwa kementerian itu mengkonfirmasi adanya serangan dari Yaman yang menimpa terminal minyak di Jizan.

“Pemboman ini menyebabkan terjadinya kebakaran pada salah satu tangki terminal produk minyak, dan tidak menimbulkan korban luka atau kerugian jiwa,” ungkap kementerian itu.

Kantor berita resmi Saudi, SPA, di Twitter melaporkan kecaman seorang pejabat Kementerian Energi Saudi terhadap serangan itu dan menyebutnya sebagai aksi “sabotase” yang menyasar pasokan bahan energi.

“Serangan tidak hanya menargetkan Kerajaan, tapi juga ekspor-ekspor minyak, stabilitas suplai energi, kebebasan perdagangan dunia, sebagaimana juga ekonomi global,” kecam kementerian itu.

Sementara itu, warganet Saudi menyatakan telah terjadi serangan di berbagai daerah di wilayah Saudi.

Di pihak lain, ketua delegasi perunding Yaman dari pihak Ansarullah (Houthi) Mohammad Abdul Salam, Kamis, mengatakan kepada Al-Mayadeen bahwa “segala opsi terbuka”, dan bahwa prakarsa damai yang tiba-tiba diajukan Saudi belakangan ini  “datang di tengah berlanjutnya agresi dan blokade di bawah pengawasan AS, Inggris, dan Israel”.

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman yang juga berafiliasi dengan Ansarullah, Mohammad Ali al-Houthi, menyatakan pihaknya, yang berkedudukan di Sanaa, belum pernah menerima usulan damai Saudi itu secara resmi dan tertulis.

Sebelumnya itu dia juga mengatakan, “Kami menghendaki adanya pendirian yang praktis.” Dia juga menyerukan “penghentian agresi, pencabutan blokade, dan duduk di satu meja untuk perundingan.” (mm/alalam/almayadeen)

Baca juga:

Pemimpin Ansarullah: Perang Kami Bukan Perang Saudara, Melainkan Perang Melawan AS

Video]: Detik-Detik Penembak Jatuhan Drone MQ-9 Reaper Buatan AS di Yaman

DISKUSI: