Terkait Balon Api, Israel Serang Posisi Hamas di Gaza

0
81

TelAviv, LiputanIslam.com –  Militer Israel mengaku melancarkan serangan ke posisi-posisi Hamas di Jalur Gaza menyusul pelepasan balon api dari wilayah tersebut ke wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Militer Israel, Rabu (12/8/2020),  menyebut serangannya itu “pembalasan” atas pelepasan beberapa balon api dari kawasan yang dikelola Hamas tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah pernyataannya, militer Israel mengkonfirmasi bahwa jet tempur, helikopter serang, dan tanknya telah menggempur sejumlah sasaran Hamas termasuk “infrastruktur bawah tanah dan pos pantau”.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan terkait serangan Zionis itu, dan belum ada pula tanggapan segera dari Hamas.

Dinas pemadam kebakaran di Israel selatan menyatakan bahwa pada hari Selasa lalu saja balon-balon api itu telah menyebabkan 60 kebakaran, namun tidak sampai menjatuhkan korban.

Bahan peledak yang diikat ke balon dan layang-layang mulai digunakan sebagai senjata oleh para pejuang Palestina di Gaza sejak berlangsung unjuk rasa secara intensif pada tahun 2018.  Setiap hari senjata darurat itu melayang melintasi perbatasan dan menyebabkan ribuan kebakaran di daerah pertanian dan permukiman Zionis Israel.

Israel belakangan ini menutup pintu penyeberangan barang Kerem Shalom dengan Jalur Gaza sebagai reaksi atas serangan balon tersebut.

Hamas mengecam penutupan itu dan menyebutnya tindakan “agresif” yang menunjukkan “desakan Israel untuk mengepung” Gaza. Hamas memperingatkan bahwa tindakan itu dapat menyebabkan semakin memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza.

Saat perlintasan Jalur Gaza itu ditutup, perlintasan Rafah antara Gaza dan Mesir dibuka pada Selasa lalu untuk pertama kalinya sejak April 2020.

Lalu lintas di kedua arah di sana diizinkan selama tiga hari sehingga memungkinkan warga Gaza meninggalkan kawasan itu untuk pertama kalinya sejak dimulainya pandemi Covid-19.

Jalur Gaza diblokade oleh Israel sejak tahun 2007, dan perlintasan Rafah menjadi satu-satunya akses Gaza ke dunia luar yang tidak dikendalikan oleh Israel.

Hamas dan Israel telah berperang sebanyak tiga kali sejak tahun 2008. Meskipun gencatan senjata tahun lalu didukung oleh PBB, Mesir dan Qatar, kedua belah pihak masih kerap terlibat bentrok secara sporadis.

Buldoser Rumah Warga Palastina

Sementara itu, tentara Israel telah mulai membuldoser beberapa rumah warga desa di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Rumah satu keluarga telah dihancurkan – dan hal yang sama diperkirakan juga akan terjadi pada lebih dari 30 bangunan lainnya.

Rezim Zionis Israel mengklaim warga harus menyingkir karena rumah-rumah dibangun tanpa izin. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Netanyahu Mengeluh AS Menghalangi Implementasi Aneksasi Tepi Barat

[Video]: Peringatan untuk Israel, Hamas Lesatkan Rudal ke Laut Mediterania

 

DISKUSI: