Terjadi Ledakan di Fasilitas Nuklir Iran, Akibat Serangan Israel?

0
158

Teheran, LiputanIslam.com –  Kantor berita Noor News, yang dekat dengan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel bahwa Iran akan “meninjau ulang strategi konfrontasi”-nya melawan dua negara musuhnya itu jika keduanya melangkahi garis merah dan menyerang kepentingan nasional Iran.

Laporan media Iran itu dirilis sebagai tanggapan atas berita yang disiarkan oleh media Israel yang mengklaim bahwa ledakan yang terjadi di unit pembangkit nuklir Natanz untuk pengayan uranium Iran pada Kamis pagi, dan ledakan tanki gas di fasilitas Departemen Pertahanan di kawasan Parchin, sebelah timur Teheran, pada Ahad lalu, disebabkan oleh serangan cyber Israel.

“Beberapa pemimpin AS dan Israel dalam beberapa hari ini berusaha menyerang kemampuan pertahanan dan nuklir Iran, bersamaan dengan tekanan politik yang berkelanjutan… Perlu peninjauan ulang strategi konfrontasi Iran saat ini dan peningkatan kemampuan pencegahnya,” tulis Noor News, seperti dikutip Rai al-Youm.

Noor News menambahkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan utusan AS Brian Hook bersama dengan sejumlah pejabat keamanan dan militer telah mengumumkan niat mereka menyerang instalasi militer dan nuklir Iran.

Teheran belum mengungkapkan hasil penyelidikan ledakan tangki gas di wilayah Parchin, sementara komandan Organisasi Pertahanan Sipil Iran, Gholam Reza Jalali, menolak berkomentar mengenai klaim serangan cyber Israel.

Baca: Iran Sebut Opsi Militer AS Sudah Membusuk

Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Behrouz Kamalvandi menyatakan insiden di fasilitas nuklir Natanz tidak menyebabkan kerusakan besar, dan situs itu masih beroperasi seperti biasa.

Baca: Iran akan Ungkap Sistem Pertahanan Udara Baru

Menurutnya, insiden itu terjadi di salah satu gudang yang sedang dibangun di area terbuka di situs nuklir Natanz, dan kini sedang dilakukan penyelidikan.(mm/raialyoum/fna)

DISKUSI: