Terbesar dalam Sejarah Israel, Peretas “Iran” Bobol Situs LGBT dan Minta Uang Tebusan

0
246

TelAviv, LiputanIslam.com –  Media Israel melaporkan bahwa sekelompok peretas yang diduga berasal dari Iran, Ahad (20/10), mengancam akan menyebarkan foto-foto pribadi pengguna situs Israel Gay Dating jika dalam tempo 2 x 24 jam kelompok itu tidak mendapatkan uang tebusan sebesar US$ 1 juta.

Sekelompok peretas yang menamakan dirinya Black Shadow Jumat lalu mengaku telah meretas perusahaan web hosting Israel CyberServe, yang menyediakan layanannya kepada lusinan perusahaan, termasuk situs kencan gay Atraf.

“Sejauh ini, tidak ada seorang pun dari pemerintah Israel atau CyberServe yang menghubungi kami,” kata Black Shadow dalam sebuah pernyataan yang diposting di grup Telegramnya.

“Jelas, ini bukan masalah penting bagi mereka. Kami tahu kekhawatiran tentang database Atraf, dan seperti yang Anda tahu, kami mementingkan uang,” tambahnya.

Black Shadow menyebutkan bahwa database situs Atraf mencakup satu juta orang dan data obrolan mereka.

“Jika kami mendapatkan satu juta dolar dalam 48 jam, kami tidak akan membocorkan informasi atau menjualnya kepada siapa pun,” ungkap Black Shadow

Pada Sabtu malam, Black Shadow, yang menurut perkiraan Otoritas Keamanan Siber Nasional Israel (pemerintah) terkait dengan Iran, menerbitkan rincian empat pengguna situs tersebut, yang mengindikasikan bahwa mereka terinfeksi virus human immunodeficiency (HIV).

Peretas juga mempublikasikan informasi tentang klien CyberService, termasuk perusahaan transportasi umum Dan, operator tur Pegasus, dan blog penyiar publik Kan.

Black Shadow juga bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan perusahaan-perusahaan Israel tahun lalu, terutama asuransi Sherbet dan pembiayaan mobil KLS.

Selasa pekan lalu surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa kelompok peretas Moses Stuff (Tongkat Musa) yang juga diyakini berasal dari Iran membobol data-data pribadi yang mencakup nama, alamat, pangkat, dan unit ratusan tentara dan perwira Israel.

Hari itu pula otoritas Iran mengumumkan terjadinya serangan siber yang menghantam sistem pompa bensin di pasar lokal, yang mengganggu informasi yang tersedia tentang penjualan bahan bakar bersubsidi kepada konsumen, dan menimbulkan ancaman meningkatnya  peperangan cyber antara Iran dan Israel.

Asosiasi Produsen yang bertanggung jawab atas lebih dari 95% produksi industri di Israel belum lama ini mengumumkan bahwa ratusan perusahaan Israel membayar peretas lebih dari $ 1 miliar sebagai tebusan pada tahun 2020.

Surat kabar Israel Maariv, Ahad, di judul utama halaman depannya menyebutkan, “Orang Iran meretas server perusahaan Israel.”

Surat kabar itu menambahkan bahwa ini “menyebabkan kebocoran informasi besar” dan bahwa “di antara perusahaan yang datanya diekspos adalah perusahaan bus, penyiar publik, lotere, dan aplikasi kencan gay Atraf di mana rincian sekitar 1.000 pengguna telah dibobol”.

Para ahli setempat menyatakan peretas itu merupakan “aksi sabotasa privasi terbesar dalam sejarah Israel”. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Israel Tembakkan Rudal ke Damaskus

Media Palestina: Menhan Israel Diam-Diam Berkunjung ke Arab Saudi

DISKUSI: