Terancam Gelombang Serangan Lanjutan dari Yaman, UEA Hentikan Operasi Militer Proksinya

0
389

Sanaa, LiputanIslam.com –   Pasukan proksi Uni Emirat Arab (UEA) yang menamakan dirinya “Brigade Raksasa” (Giants Brigades) menyatakan telah mengakhiri operasi militernya dengan dalih tujuannya sudah tercapai, setelah UEA mendapat dua gelombang serangan rudal balistik dan drone serta ancaman gelombang susulan dari tentara Yaman dan pasukan Ansarullah/Houthi (kubu Sanaa).

Gelombang serangan kubu Sanaa itu sendiri dipicu oleh pergerakan Brigade Raksasa dalam pertempuran dengan kubu Sanaa di provinsi Shabwah yang kaya minyak dan provinsi Ma’rib yang bersebelahan dengan Shabwah dari arah utara. Kubu Sanaa mendesak UEA mengakhiri campur tangannya di Yaman.

Dalam sebuah pernyataan, Jumat (28/1), Brigade Raksasa mengumumkan bahwa pihaknya “telah menuntaskan operasi ‘Badai Selatan’ berujung pembebasan distrik Beihan di provinsi Shabwah dan distrik Harib di provinsi Ma’rib dari cengkraman milisi Houthi”.

Kubu Sanaa selama berbulan-bulan berusaha bergerak maju menuju kota Marib, ibu kota provinsi Ma’rib,  untuk mengendalikannya dan dengan demikian menguasai seluruh utara Yaman. Namun,  operasi militer Brigade Raksasa yang diluncurkan dari Shabwah, selatan Marib, membuat pergerakan kubu Sanaa terpukul mundur dari distrik Beihan dan Harib.

Brigade Raksasa semula masih akan melanjutkan serangan mereka untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh Ansarullah di selatan kota Ma’ rib, tapi urung dengan adanya pernyataan “penuntasan operasi” tersebut.

Brigade itu dibentuk pada akhir 2015 di wilayah Pantai Barat, dan dilatih oleh UEA, anggota koalisi militer pimpinan Saudi di Yaman, untuk mendukung kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi melawan kubu Sanaa.

Pada tahun 2019, UEA menarik pasukannya Yaman, namun dengan tetap menjadi pemain berpengaruh di Yaman.

Pasukan “Brigade Raksasa” mulai bergerak dari markas operasional utama mereka di Yaman barat, selatan provinsi Hodeidah di pesisir Laut Merah, menuju daerah lain pada bulan November, sementara kubu Sanaa bergerak maju menuju kota Marib, benteng terakhir kubu Hadi di utara.

Pada 27 Desember 2021, Brigade Raksasa mengumumkan pihaknya  telah mengirim pasukan militer ke provinsi Shabwa dengan tujuan “membebaskan distrik-distrik yang jatuh ke tangan pasukan Houthi di provinsi Shabwa.”

Kemajuan pesat pergerakan brigade yang beraliran Salafi/Wahhabi itu di Shabwa mendorong kubu Sanaa untuk menyerang UEA menuntut agar Abu Dhabi menghentikan operasi tersebut.

Para pengamat menilai penghentian operasi militer Brigade Raksasa sebagai keputusan yang diambil atas perintah UEA setelah kubu Sanaa berhasil membuktikan kemampuannya menyerang wilayah UEA. (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

UEA Diam-Diam “Memohon” kepada Sanaa supaya Yaman Tidak Melanjutkan Serangan

Amnesti Internasional: Koalisi Arab Gunakan Senjata Buatan AS dalam Eskalasi di Yaman

 

DISKUSI: