Tepi Barat Bergolak, AS dan Israel Malah Fokus ke Isu Iran

0
18

Washington, LiputanIslam.com   Di tengah gentingnya situasi di Tepi Barat yang semakin diwarnai konfrontasi antara pasukan Zionis Israel dan para pejuang Palestina, Rezim Zionis Israel, Rabu (26/10), mengumumkan bahwa pertemuan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Israel Isaac Herzog di Gedung Putih malah berfokus pada isu Iran.

Kepada wartawan menjelang pertemuan itu, Biden dan Herzog sama-sama tak menyinggung masalah di Tepi Barat meskipun ketegangan dan kekerasan meningkat, terutama di kota Nablus di mana enam warga Palestina gugur pada minggu ini.

Sebaliknya, Herzog saat duduk di sebelah Biden di Kantor Oval menyerukan reaksi keras terkait dengan protes anti-pemerintah di Iran.

“Ini adalah contoh Iran menghancurkan warganya sendiri sambil bergerak maju menuju senjata nuklir dan memasok senjata mematikan yang membunuh warga tak berdosa di Ukraina. Saya pikir, tantangan Iran akan menjadi tantangan besar untuk dibahas,” kata Herzog.

Dalam sebuah pernyataan yang menggambarkan pembicaraan tersebut, Gedung Putih menyebutkan bahwa Biden “menekankan pentingnya mengambil langkah-langkah untuk meredakan situasi keamanan di Tepi Barat”.

Setelah pertemuan itu, presiden Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua pemimpin membahas “terutama masalah pengejaran senjata nuklir Iran”.

Sementara Teheran menyangkal mengejar senjata nuklir, Israel terus menentang upaya diplomatik antara AS dan Iran untuk pemulihan kesepakatan nuklir tahun 2015.

Israel, satu di antara empat negara yang enggan menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, secara luas diyakini memiliki persenjataan nuklir rahasia.

Di pihak lain, Biden mengulangi pernyataan pro-Israel yang telah berulang kali dia gunakan dalam karir politiknya selama beberapa dekade.

“Jika tidak ada Israel, kita harus menciptakannya,” katanya menjelang pertemuan.

Dia juga menekankan komitmen “kuat” AS untuk Israel dan menyoroti perjanjian yang ditengahi Washington belakangan ini untuk menetapkan perbatasan maritim permanen antara Israel dan Lebanon.

Para advokat mempertanyakan mengapa Biden, yang telah berjanji untuk menempatkan isu HAM di pusat kebijakan luar negeri AS, tak mengangkat masalah pelanggaran Israel baru-baru ini terhadap warga Palestina dalam komentarnya kepada wartawan menjelang pembicaraan dengan Herzog. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Gantz: Kebijakan Netanyahu Rugikan Proyek Israel Bendung Program Nuklir Iran

Puluhan Ribu Orang Ikuti Prosesi Pemamakan Lima Syuhada Palestina

 

DISKUSI: