Tentara Israel dan AS Berlatih Hadapi “Ancaman” Iran

0
119

Quds, LiputanIslam.com   Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengaku sedang berlatih bersama tentara Amerika Serikat (AS) serta  mengembangkan kemampuan militer bersama untuk melawan “ancaman di Timur Tengah”, khususnya dari Iran.

Hal itu dinyatakan IDF dalam sebuah pernyataan, pada hari Rabu (16/11), setelah Kepala Staf IDF, Aviv Kochavi, bertemu dengan komandan Komando Pusat AS, Centcom,  Jenderal Michael Korella, yang mengunjungi Israel selama satu hari.

Ini adalah kunjungan keempat Korella ke Israel sejak dia menjabat pada April 2022.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan yang mendalam atas kerjasama yang erat dengan militer AS,” kata Kochavi.

Dia menambahkan, “Kami dengan cepat melatih dan mengembangkan kemampuan militer bersama melawan ancaman yang muncul di Timur Tengah, khususnya Iran.”

IDF sebelumnya menyatakan mereka sedang melakukan latihan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran segera setelah fasilitas mencapai ambang produksi senjata nuklir.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa kunjungan komandan militer AS itu “dimulai dengan tur ke situs Ras al-Naqoura di perbatasan utara dengan Lebanon (Selasa), untuk meninjau kembali tantangan front Lebanon, tindakan Hizbullah, dan kepentingan strategis yang melekat dalam menjaga keamanan di perbatasan maritim Israel-Lebanon.”

IDF menambahkan, “Dari sana, dia (Korella) melakukan tur di sepanjang Garis Biru dan mengunjungi situs yang menghadap ke perbatasan dengan Suriah, di mana komandan wilayah utara tentara Israel meninjau upaya yang dilakukan untuk mencegah penempatan senjata Iran di wilayah Suriah dan perekrutan penduduk setempat untuk melakukan operasi permusuhan.”

IDF menyebutkan bahwa kunjungan itu juga mencakup tur pangkalan Angkatan Udara Israel di Nevatim di Israel selatan, khususnya ke skuadron 116 “Singa Selatan”, yang mengoperasikan jet tempur F-35. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Kapal Tanker Minyak Israel Diserang Drone, AS dan Israel Tuduh Iran

Dahsyat, Satu Pemuda Palestina Habisi Tiga Orang Israel

DISKUSI: