Teheran: Kondisi Suriah Sekarang Sudah Jauh Berbeda

0
202

Teheran, LiputanIslam.com   Penasihat senior Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Ali Asghar Khaji, menilai kondisi Suriah sekarang jauh berbeda, dan persoalan negara Arab ini tidak dapat diselesaikan tanpa partisipasi Iran.

Penanggung jawab Iran dalam isu Yaman, Suriah dan Libya dalam sebuah pernyataan kepada lembaga pemberitaan mahasiswa Iran, ISNA, Rabu (18/1), mengatakan bahwa PBB harus berkontribusi menyelesaikan krisis dengan cara yang lebih netral.

“Kami sedang berusaha memperbarui formula Astana agar lebih efektif dan sejalan dengan kondisi baru di Suriah,” tuturnya.

Dia menjelaskan, “Proses Astana mengalami langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan situasi di Suriah, termasuk situasi lapangan, politik dan keamanan negara ini. Hari ini, situasi di Suriah adalah situasi baru. Saat ini, terorisme sebagian besar telah dikalahkan di Suriah, dan tentu saja, masih ada teroris. “

Dia menambahkan, “Di beberapa bagian Suriah mereka berusaha untuk menghidupkan kembali diri mereka, tapi secara umum, keamanan yang terlihat di Suriah saat ini sangat tinggi, dan kedaulatan pemerintah berjalan di sebagian besar tanah Suriah, sehingga situasi di Suriah hari ini berbeda dengan situasi kemarin di negara ini. ”

Mengenai kunjungan Menlu Iran Hussein Amir Abdollahian ke Suriah belum lama ini, Asghar Khaji menyebutkan bahwa Abdollahian telah berbicara dengan otoritas Suriah tentang isu yang sama, bagaimana formula Astana harus melanjutkan aktivitasnya, dan bagaimana pertemuan segi tiga harus menjadi segi empat.

Dia menekankan bahwa Iran telah melakukan konsultasi yang baik dalam hal ini, dan mencatat bahwa dalam kunjungan mereka yang akan datang ke negara-negara anggota formula Astana lainnya, masalah ini akan diangkat.

“Kami berusaha membuat formula Astana lebih modern dan efektif dengan berbasis strategi yang tepat terkait situasi baru di Suriah,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa Suriah saat ini sedang berunding dengan Turki, dan Rusia juga berpartisipasi dalam proses ini, dan jika Iran juga berpartisipasi dalam pembicaraan ini, kontak empat arah akan dilakukan.

Dia juga mengatakan bahwa belum ada konsensus yang dicapai mengenai tempat baru untuk negosiasi Komite Amendemen dan Perancangan Konstitusi Suriah.

Dia melanjutkan, “Kami selalu berusaha membantu dalam dialog antara pemerintah Suriah dan Kurdi di negara ini untuk mendekatkan mereka, sehingga mereka dapat menyelesaikan masalah mereka selama dialog. Kemajuan yang baik telah dibuat dalam hal ini di lapangan, tapi masih ada perbedaan yang perlu diselesaikan.”

Dia menilai Kurdi di Suriah sebagian bagian dari rakyat Suriah, sehingga Iran memandang Kurdi sebagai bagian dari rakyat dan warga negara di Suriah.

Dia mengaku percaya bahwa tentara Suriah harus menerapkan kedaulatan atas semua tanah Suriah, dan tentara Suriah harus dibantu agar dapat ditempatkan di seluruh bagian negara ini, termasuk perbatasan bersama dengan Turki, dan menjalankan tugasnya sebagai penjaga perbatasan.

Khaji juga menyebutkan bahwa Turki harus memperhatikan fakta bahwa kehadiran tentara Suriah di perbatasan bersama dengan negara ini tentunya untuk kepentingan Ankara.

Dia juga mengatakan bahwa setiap interaksi dan pemulihan hubungan negara-negara Arab dan non-Arab dengan Suriah adalah untuk kepentingan negara-negara di kawasan, perdamaian, stabilitas, dan kemajuan. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Berkunjung ke Turki, Menlu Iran: Pendekatan Turki-Suriah Penuhi Interes Regional

Erdogan Minta Putin Mediasi Ankara-Damaskus, Apa Motifnya?

DISKUSI: