Teheran: Klaim Kepala CIA mengenai Kerjasama Militer Iran-Rusia Bagian dari Propaganda Perang

0
141

Teheran, LiputanIslam.com   Pemerintah Iran menepis klaim kepala Badan Intelijen Pusat AS (CIA) bahwa Iran bekerjasama dengan Rusia terkait dengan perang di Ukraina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani, Ahad (18/12), menyebut klaim itu bagian dari “perang propaganda” anti-Iran.

Seperti pernah diberitakan, Direktur CIA William Burns mengatakan Washington khawatir kerjasama yang berkembang antara Rusia dan Iran akan menjadi “kemitraan pertahanan penuh” antara kedunya.

Direktur CIA juga mengklaim bahwa kemitraan pertahanan yang baru lahir antara Teheran dan Moskow telah mempengaruhi situasi perang di Ukraina.

Menanggapi klaim ini, Kanaani mengatakan, “Para pejabat AS, sebagai kelanjutan dari klaim politik tak berdasar mereka dan tindakan ilegal terhadap Republik Islam Iran, menyoal kerjasama militer dan pertahanan konvensional antara Iran dan Rusia.”

Dia melanjutkan, “Perang propaganda oleh AS ini, yang didasarkan pada kebohongan dan penipuan, dilakukan dengan berbagai tujuan, termasuk memberikan tekanan politik terhadap Republik Islam Iran, memicu Iranfobia dan menutupi agitasi perang mereka.”

Kanaani mengingatkan bahwa seperti yang sudah berkali-kali ditegaskan, kerjasama antara Iran dan Rusia di berbagai bidang, termasuk pertahanan, berkembang dalam kerangka kepentingan bersama, sejalan dengan hak dan kewajiban internasional kedua negara, dan tidak untuk merugikan negara ketiga mana pun.

Dia lantas menegaskan, “Republik Islam Iran, sesuai dengan kepentingan nasionalnya dan dengan mematuhi hukum dan peraturan internasional, bertindak secara independen dalam mengatur hubungan luar negerinya dan tidak meminta izin dari siapa pun.”

Klaim anti-Iran pertama kali muncul pada bulan Juli lalu ketika Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menyatakan bahwa Washington telah memperoleh “informasi” yang menunjukkan bahwa Iran bersiap untuk memberi Rusia “hingga beberapa ratus drone, termasuk yang berkemampuan senjata di sebuah garis waktu yang dipercepat” untuk digunakan dalam perang.

Namun demikian, baik Iran dan Rusia telah berulang kali membantah klaim bahwa Teheran telah memberi Moskow peralatan militer dan drone untuk digunakan dalam perang di Ukraina. (mm/mna)

Baca juga:

Kepala CIA: Kerjasama Militer Rusia- Iran Masuki Babak Awal Kemitraan Pertahanan

Presiden Raisi dan MBS Dilaporkan Berkemungkinan Bertemu di Yordania

 

DISKUSI: