Teheran: GCC Sebagai Gudang Terbesar Senjata Barat Tak Berhak Bicara Kebijakan Pertahanan Iran

0
19

Teheran, LiputanIslam.com  Pemerintah Iran, Kamis (2/6), menanggapi sengit pernyataan pertemuan ke-152 para menteri luar negeri Dewan Kerjasama Teluk (GCC) tentang Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadehdalam tanggapan itu menegaskan, “Mengeluarkan pernyataan berulang dan merusak seperti itu menunjukkan kesalahan jalur beberapa anggota dewan ini terhadap Iran.  Mengeluarkan pernyataan vulgar seperti itu bertentangan dengan prinsip-prinsip bertetangga yang baik dan tidak memiliki fungsi khusus selain menciptakan krisis regional di Teluk Persia,”

Dia menambahkan, “Menyampaikan permintaan semacam itu, yang pelakunya sangat menyadari bahwa itu tidak berdasar dan tidak relevan, menunjukkan keparahan dewan ini  dalam mengabaikan mengabaikan aksioma dan ini tidak akan menghasilkan apapun kecuali meningkatnya ketidak benaran dewan ini.”

Khatibzadeh mengatakan, “GCC tak berhak mengungkapkan pendapatnya mengenai kebijakan militer, pertahanan dan deterensi Iran ketika dewan ini sendiri telah menjelma menjadi gudang terbesar senjata AS dan Barat di dunia.”

Dia juga menekankan bahwa tiga pulau Abu Musa, Tunb Besar dan Tumb Kecil di Teluk Persia adalah “bagian yang tak akan terpisahkan dari Iran untuk selamanya”.

Rabu lalu GCC mengadakan pertemuan tingkat menteri yang ke-152. Dalam pernyataan yang dirilis pada pertemuan ini GCC menyatakan, “Iran harus mematuhi prinsip-prinsip berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional mengenai hubungan antarnegara, termasuk prinsip bertetangga yang baik dan menghormati kedaulatan negara, tidak mencampuri urusan dalam negeri, menyelesaikan perselisihan dengan cara damai, tidak menggunakan kekuatan atau mengancam dengannya, dan menolak terorisme dan sektarianisme.”

Mengenai perundingan nuklir Iran dengan sejumlah negara terkemuka dunia, GCC menyatakan bahwa perundingan itu juga harus mencakup “perilaku Iran yang mengguncang stabilitas kawasan dan memelihara teroris dan milisi sektarian”, proyek rudal rudal serta keamanan pelayaran internasional dan instalasi minyak.

Pada hari itu pula, Menlu Saudi Faisal bin Farhan mengatakan, “Dialog dengan Iran harus berdasar pada kekompakan Teluk”. Pernyataan ini dia sampaikan di tengah berlanjutnya perundingan Teheran-Riyadh di Baghdad. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Saudi Minta Negara-Negara Teluk Kompak Sikapi Iran

Yadlin: Iran Mungkin akan Serang Israel Secara Langsung

DISKUSI: