Tegang, Kapal Tanker Iran Dekati Pantai Libanon, Iran dan Hizbullah Siapkan Skenario Buruk

0
519

Beirut, LiputanIslam.com –  Pemerintah dan rakyat Libanon sedang menanti kedatangan kapal-kapal tanker minyak kloter pertama Iran untuk mengatasi krisis bahan bakar Libanon. Mereka menantikannya dengan harap-harap cemas karena minyak itu datang di tengah ancaman AS dan Israel untuk menyerang kapal itu karena mengabaikan sanksi dan blokade dua negara antagonis tersebut.

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah kepada sekutunya, Iran, telah meminta pengiriman bensin dan solar ke Libanon secepatnya setelah sebagian besar genset di rumah sakit berhenti beroperasi dan banyak toko roti tutup akibat kelangkaan bahan bakar. Kondisi yang sama juga terjadi sarana transportasi.

Untuk pertama kalinya, Iran menjajal mengirim tiga kapal tanker minyak setelah ada permintaan segera dari Libanon, dan diperkirakan akan tiba paling lambat pada hari Jumat atau Sabtu mendatang.

Hizbullah membentuk sebuah perusahaan khusus untuk impor minyak Iran dan mensupervisi distribusinya ke semua pihak di Libanon tanpa diskrimasi sektarian, ras dan daerah demi mengecilkan kesan bisnis semata serta menghindari desas-dasus politik yang dapat menjadi dalih bagi AS dan Israel untuk melancarkan agresi.

Kemlu Iran dalam sebuah pertanyaan resmi Senin lalu menegaskan, “Pengiriman minyak ke Libanon ini merupakan keputusan berdaulat di mana AS tak punya kapasitas untuk menghalangi perdagangan yang sah antarnegara.”

Anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Abol Fazl Amouni memperingatkan, “ Kesalahan apapun dari para Zionis dan lain-lain akan mendapat respon bersama dari Iran dan Libanon.”

Pemred media online Rai Al-Youm, Abdel Bari Atwan, dalam editorialnya, Selasa (31/8), menyebutkan bahwa sebuah pusat komando operasi gabungan Hizbullah dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memantau masalah pengiriman kapal tanker tersebut serta membuat perencanaan untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk, termasuk serangan Israel dan atau AS terhadap kapal itu di Laut Tengah.

Atwan juga menyebutkan bahwa sejauh ini ada dua dugaan yang berkembang terkait tiga kapal tanker tersebut. Pertama, muatan minyak tiga kapal itu diturunkan di pelabuhan Beirut atau Sidon, Libanon. Kedua, minyak itu diturunkan di Pelabuhan Nablus, Suriah, dan dari situ kemudian dibawa ke Libanon dengan menggunakan truk-truk tangki.

Penurunan minyak di pelabuhan Suriah sudah pernah dilakukan Iran ketika negara republik Islam ini mendobrak blokade Barat dan Israel terhadap Suriah untuk membantu meringankan krisis bahan bakar Suriah. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran Rencanakan Putaran Baru Perundingan dengan Saudi

Iran Sukses Ujicoba Sistem Rudal Mersad-16

DISKUSI: