Iran Rencanakan Putaran Baru Perundingan dengan Saudi

0
389

Dubai, LiputanIslam.com –  Iran berencana melakukan putaran keempat perundingannya dengan Arab Saudi di Irak usai terbentuknya kabinet baru Iran. Demikian dikutip oleh kantor berita mahasiswa Iran, ISNA, dari Dubes Iran untuk Irak di Baghdad, Iraj Masjedi.

Hubungan diplomatik antara Iran dan Saudi terputus sejak tahun 2016 manakala keduanya juga terlibat perang proksi di Yaman, Suriah dan lain-lain.

Pada Mei lalu Iran untuk pertama kalinya mengkonfirmasi perundingannya dengan Saudi sembari menegaskan bahwa Teheran akan mengerahkan segenap kemampuannya untuk menyelesaikan berbagai perkara yang diperselisihkan oleh kedua negara.

Rencana perundingan putaran baru ISNA beberapa hari setelah pertemuan puncak regional yang diselenggarakan di Baghdad, ibu kota Irak, untuk menurunkan tensi ketegangan antarnegara jiran Irak.

“Kami telah mengadakan tiga putaran perundingan dengan pihak Saudi, dan putaran keempat akan diadakan setelah terbentuknya kabinet baru Iran,” ungkap Masjedi kepada ISNA, Selasa (31/8).

Sementara itu, Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian mengaku telah berdiskusi dengan Wakil Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Rashid Al-Maktoum mengenai perbaikan hubungan antara kedua negara di sela-sela pertemuan puncak Baghdad.

“Dalam pembicaraan ini kami telah membicarakan iktikad positif dan keinginan para pemimpin kedua negara untuk penguatan hubungan. Bekerjasama dengan para jiran merupakan prioritas pemerintah (baru Iran),” ungkapnya.

Hubungan Iran dengan UEA mengeruh setelah sejumlah negara Arab Teluk yang bersekutu dengan AS, termasuk UEA, mengadakan normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel pada tahun lalu. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran Sukses Ujicoba Sistem Rudal Mersad-16

Tanggapi Macron, Iran: Barat Harus Tahu Siapa yang Usir ISIS dari Mosul

DISKUSI: