Tanggapi Trump, IRGC Tegaskan Tekad Memburu Pembunuh Jenderal Soleimani

0
146

Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam Mayjen Hossein Salami menanggapi keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan menegaskan kembali bahwa Iran memburu siapapun yang berperan dalam pembunuhan mantan komandan Pasukan Quds IRGC Qassem Soleimani.

“Presiden AS menduga kami akan membunuh duta besarnya di Afrika Selatan sebagai balasan atas keterbunuhan Qassem Soleimani,  tapi kami katakan kepadanya bahwa kami akan menyerang semua orang yang berperan dalam pembunuhan ini,” tegas Salami.

Seperti diketahui, jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani dibunuh oleh pasukan AS dengan serangan udara di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada Januari lalu.

Salami memperingatkan bahwa negaranya “memantau kepentingan musuh di manapun dan akan menjadi sasaran pasukan kami jika perlu.”

Dia menambahkan, “Saya memberi tahu Trump bahwa pembalasan kami atas Qassem Soleimani tidaklah terelakkan, dan realistis. Kami akan membalas Qassem Soleimani dengan jantan, terhormat dan berkeadilan, dan ini adalah pesan serius.”

Jenderal Salami menambahkan bahwa pasukannya mengejar musuh hingga ke Laut Mediterania dan akan terus mengejarnya di manapun.

Menurutnya, Trump kerap mengumbar ancaman, padahal tak berani membalas serangan telak Iran terhadap pangkalan Ain al-Assad yang ditempati ribuan pasukan AS di Irak.

“Kami telah menyiapkan ratusan rudal untuk menghancurkan segala yang dimiliki AS di kawasan jika mereka membalas pemboman Ain Al-Assad, tapi mereka tak membalas,” katanya.

Salami juga menilai AS terisolasi secara politik sehingga di Dewan Keamanan PBB gagal memperpanjang embargo senjata terhadap Iran.

Selasa lalu Trump di halaman Twitter-nya menyatakan: “Menurut laporan pers, Iran mungkin merencanakan pembunuhan, atau serangan lain, terhadap Amerika Serikat sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin teroris Soleimani, yang dilakukan atas perencanaannya untuk serangan di masa depan, membunuh Pasukan AS, dan kematian & penderitaan.”

Dia juga mengancam, “Setiap serangan Iran, dalam bentuk apapun, terhadap Amerika Serikat akan bertemu dengan serangan terhadap Iran yang besarnya 1.000 kali lebih besar!” (mm/rtarabic)

Baca juga:

Tanggapi Ancaman Pompeo, Zarif: 20 September Tak Ada Kejadian Apa pun

Kapal Induk AS Masuki Teluk Persia di Tengah Ancaman Perpanjangan Embargo Senjata Iran

DISKUSI: