Tanggapi Resolusi IAEA, Iran Perkaya Uranium 60%

0
88

Teheran, LiputanIslam.com   Iran mulai memperkaya uranium hingga kemurnian 60% di fasilitas nuklir Fordow sebagai tanggapan atas resolusi  Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang diprakarsai oleh AS dan troika Eropa untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Iran memberi tahu IAEA keputusannya itu melalui surat, dan menyebut langkah itu sebagai pesan kuat terkait resolusi tersebut.

Iran juga memasang dua kaskade IR2M dan IR4 baru di fasilitas Natanz, yang kini mencapai tahap pra-injeksi gas uranium ke sentrifugal, dan dengan demikian Iran praktis mengimitasi pengayaan uranium melalui kaskade baru, dan prosesnya akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, Iran telah memasang dan meluncurkan mesin sentrifugal baru di dua ruang kosong di situs nuklir Fordow dan Natanz, yang dianggap sebagai tanggapan tegas terhadap resolusi tersebut.

Di bawah komitmen Iran terhadap ketentuan perjanjian nuklir penting 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), Iran semula mengosongkan dua ruang itu tapi sekarang memasang kembali mesin sentrifugal di sana.

Iran mengganti sentrifugal IR1 di Fordow dengan IR6 sebagai langkah penting keempat Iran melawan resolusi IAEA, dan menekankan bahwa tindakan tersebut akan meningkatkan pengayaan uranium di situs tersebut sebanyak 10 kali lipat.

Langkah-langkah terbaru itu sejalan dengan undang-undang yang disetujui oleh Parlemen Iran untuk melawan sanksi sepihak yang diberlakukan oleh AS terhadap Teheran.

Parlemen Iran mengesahkan undang-undang  yang dinamai Rencana Aksi Strategis untuk Melawan Sanksi  pada bulan Desember 2020. Undang-undang ini mendorong pemerintah Iran untuk membatasi inspeksi IAEA dan mempercepat pengembangan program nuklir di luar batas yang ditetapkan oleh JCPOA.

Iran menempuh lima langkah dalam mengurangi komtmennya, antara lain mengabaikan batasan operasional pada industri nuklirnya, termasuk yang berkaitan dengan kapasitas dan tingkat pengayaan uranium.

Dewan Gubernur IAEA Kamis lalu mengesahkan resolusi yang mengecam apa yang mereka dinilai sebagai kurangnya kerja sama Iran dengan badan ini.  Draf resolusi itu diajukan oleh AS, Inggris, Prancis dan Jerman, sebagai kelanjutan dari tekanan politik mereka terhadap Iran. Rusia dan China memberikan suara menentang terhadap mosi tersebut. (mm/tasnim)

Baca juga:

Video:] Gempur Kurdistan Irak, IRGC; Kami Timpakan Kerugian Besar pada Teroris

Presiden Iran: Dukungan Barat kepada Teroris dan Perusuh Tak akan Menguntungkan Mereka

DISKUSI: