Taliban Tolak Syarat Ahmad Massoud, Pertempuran di Panjshir Masuki Hari Kedua

0
337

Panjshir, LiputanIslam.com –  Pertempuran antara pasukan Taliban dan pasukan loyalis pemimpin oposisi atau kelompok resistensi anti-Taliban di Panjshir, Ahmad Massoud, memasuki hari kedua, Rabu (1/8), dan Taliban mengakui telah jatuh korban dari kedua belah pihak.

Amir Khan Mottaqi, Kepala Komisi Dakwah dan Bimbingan Taliban, mengatakan bahwa dialog pihaknya dengan kubu Ahmad Massoud membentur jalan buntu dan tak membuahkan hasil apapun.

Sebelumnya, Taliban menyatakan ponalakannya terhadap beberapa tuntutan Ahmad Massoud, pemimpin oposisi Taliban di Panjshir, termasuk diumumkannya Panjshir sebagai kawasan aman dan tak diintervensi oleh Taliban.

Dikutip situs berita Afghanistan, An’amullah Samangani, anggota Komisi Kebudayaan Taliban, mengklaim, “Para anggota Taliban mendapat serangan dari kelompok-kelompok tertentu di Panjshir. Taliban mereaksi serangan itu dan menimpakan kerugian berat pada pihak mereka.”

Daerah pasar tekstil Golbahar sekarang menjadi lokasi pertama kontak senjata antara Taliban dan kubu Ahmad Massoud.

Penduduk setempat mengatakan bahwa kontak senjata dimulai pada Selasa malam pukul 22.00 dan membuat warga terpaksa mengungsi.

“Perang dimulai pada 10 malam dan berlanjut sampai sekarang,” ungkap seorang penduduk.

Di pihak lain, kubu Panjshir mengklaim dapat menghalau serangan Taliban dan menimpakan kerugian pada mereka.

Fahim Dashti, jubir kubu Panjshir mengatakan, “Dalam dua malam dan satu hari lalu musuh melancarkan serangan dari tiga titik pertahanan dari jalur-jalur Andarab, Provinsi Baghlan. Sama sekali tak ada pergerakan maju mereka di semua titik itu. Lebih dari 40 anggota Taliban terbunuh dan lebih dari 30 lainnya luka-luka.”

Taliban membantah pihaknya memulai serangan. Menurut mereka, Taliban hanya merespon serangan dari kubu Panjshir.

Sejauh ini belum ada keterangan lebih jauh mengenai penyebab kegagalan dialog antara kedua pihak. (mm/tasnim)

Baca juga:

Wawancara dengan Media Iran, Jubir Taliban: Takfiri Bahaya Besar bagi Dunia Islam

Apa yang Anda Tahu Soal ISIS-K?

DISKUSI: