Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Apa yang Anda Tahu Soal ISIS-K?

Published 01/09/2021 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com-Para pakar kelompok-kelompok teroris-takfiri sama-sama meyakini bahwa ISIS-K (Khorasan) dibentuk pada tahun 2015 di Afghanistan dan Pakistan. ISIS-K adalah kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di bandara Kabul beberapa hari lalu.

Mereka berpendapat, tak lama setelah ISIS dideklarasikan di Irak dan Suriah pada tahun 2014 oleh Abu Bakar al-Baghdadi, sejumlah pemimpin kelompok-kelompok bersenjata dari kawasan suku-suku Pakistan dan Afghanistan berkumpul di garis perbatasan dua negara pada tahun 2015. Mereka lalu membaiat Hafez Saeed Khan Urkazai. Tak lama kemudian, al-Baghdadi mengakui kelompok ini sebagai cabang ISIS di wilayah Khorasan.

Beberapa waktu setelahnya, orang-orang Afghan yang memisahkan diri dari Taliban dan para ekstremis Uzbek pun bergabung dengan ISIS-K. Khorasan adalah nama yang disematkan untuk kawasan kuno, yang mencakup sejumlah titik di Afghanistan sekarang, Pakistan, Iran, dan Asia Tengah.

ISIS membentuk cabang Khorasan di tahun 2015 sebagai tangan kanannya di Afghanistan, tepatnya di kawasan pegunungan Ashin di Nangarhar di timur negara itu. ISIS menjadikan kawasan itu, juga kawasan Kunar di dekatnya, sebagai basis kelompok teroris ini. ISIS-K berulang kali terlibat konflik dengan Taliban di berbagai kawasan.

Berdasarkan laporan Dewan Keamanan PBB di bulan Juli, jumlah anasir ISIS-K diperkirakan antara 500 hingga beberapa ribu orang. Kelompok ini selalu berusaha merekrut mereka yang memisahkan diri dari Taliban.

Dalam beberapa tahun terakhir, ISIS-K bertanggung jawab atas sejumlah serangan teroris di Afghanistan dan Pakistan. Mereka menggorok warga sipil di masjid, rumah sakit, dan tempat-tempat umum. Di tahun 2019, ISIS-K mengaku sebagai pelaku serangan terhadap sekelompok Muslim Syiah di Kabul yang tengah mengadakan acara pernikahan. Serangan itu menelan 91 korban jiwa. Pada Mei 2020, kelompok ini menyerang rumah sakit bersalin di perkampungan Syiah di Kabul dan membunuh 25 orang, termasuk 16 ibu dan bayi.

Terkait hubungan ISIS-K dengan Taliban, bisa dikatakan bahwa mereka berbeda dari sisi keyakinan dan strategi. Mereka berbeda pandangan tentang konsep jihad. Buktinya adalah ISIS-K dalam statemen-statemennya menyebut Taliban sebagai “kafir”. Mereka mengecam keras Taliban karena meneken kesepakatan dengan Washington pada Februari 2020 di Doha. ISIS-K menganggap bahwa langkah ini menunjukkan Taliban telah mundur dari jihad. Berdasarkan kesepakatan itu, Tentara AS dan pasukan asing lain berkewajiban angkat kaki dari Afghanistan.

Para pakar memiliki pendapat berbeda tentang masa depan ISIS-K. Sebagian meyakini, kelompok ini berusaha memanfaatkan runtuhnya Pemerintahan Afghanistan dan mengukuhkan eksistensinya dengan meningkatkan serangan-serangan teror. Sejak awal Januari hingga 11 Agustus, ISIS-K telah melancarkan 216 serangan teror. Padahal dalam rentang waktu serupa di tahun lalu, mereka hanya melakukan 34 serangan. Situasi terbaru Afghanistan telah membuat ISIS-K semakin aktif di kawasan tersebut.

Namun sejumlah pakar lain berpendapat bahwa dengan melihat kehadiran Taliban di Afghanistan, negara ini, berbeda dengan Irak dan Suriah, tak akan menjadi tempat berkeliarannya ISIS. Sebab, Taliban bisa mengakses semua kawasan yang bisa dijangkau ISIS.

Oleh karena itu, meski ISIS-K sudah lebih dari 5 tahun mendeklarasikan keberadaannya, namun tidak mendapat peluang untuk berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pertempuran-pertempuran berdarah antara ISIS-K dengan Taliban di beberapa kawasan seperti Nanggarhar dan selainnya.

Jelas bahwa para pakar yang membicarakan rivalitas antara kelompok-kelompok takfiri di Afghanistan lupa bahwa korban dari persaingan ini adalah rakyat Afghanistan. Mereka-lah yang tertawan oleh kelompok-kelompok yang berideologikan terorisme dan paham Wahabisme di bawah pengawasan badan-badan intelijen sejumlah negara seperti AS dan Saudi; negara-negara yang berusaha menjadikan Afghanistan sebagai pusat pembiakan terorisme untuk memerangi para penentang mereka, serta menodai citra agama Islam di mata dunia. (af/alalam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account