Taliban Minta Bantuan Rusia Bujuk Kelompok Panjshir agar Tak Melawan

0
373

Ahmad Massoud sedang berorasi

Kabul, LiputanIslam.com –  Duta Besar Rusia untuk Afghanistan Dmitry Zhirnov  menyatakan pihaknya telah diminta Taliban membantu memberitahukan kepada penduduk  dan para tokoh provinsi Panjshir bahwa Taliban tidak akan memasuki daerah lembah itu dengan kekuatan militer.

Dalam siaran persnya pada Sabtu malam (21/8), Zhirnov  menyatakan, “Perwakilan Biro Politik Taliban telah berkunjung ke Kedutaan Besar Rusia dan meminta kami – dan mereka tahu bahwa Rusia memililiki bobot besar di mata berbagai kekuatan politik di Afghanistan- untuk menyampaikan pesan politik kepada Panjshir.”

Dia menambahkan, “Mereka meminta kami memberitahukan kepada para pemimpin dan penduduk Panjshir secara harfiah sebagai berikut; ‘Sejauh ini Taliban tidak menempuh satupun upaya memasuki Panjshir secara paksa. Kelompok ini mengandalkan solusi damai, misalnya melalui pengadaan perjanjian politik. Taliban tidak menghendaki pertumpahan darah, melainkan berharap kepada dialog’.”

Diplomat Rusia menyebutkan bahwa inti pesan ini ialah bahwa Taliban menghendaki penyelesaian “dengan cara yang lebih beradab” dari Amrullah Saleh, wakil presiden di masa kepresidenan Ashraf Ghani.

Panjshir yang terletak di utara Kabul merupakan satu-satunya daerah Afghanistan yang menolak tunduk pada kekuasaan Taliban yang telah berhasil menguasai sebagian besar wilayah negara ini sejak memasuki Kabul pada Ahad lalu.

Setelah Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan, Amrullah Saleh yang berada di Panjshir mendeklarasikan dirinya sebagai “presiden sementara yang sah”.

Putra Ahmad Shah Massoud, salah satu pemimpin utama perlawanan anti-Soviet Afghanistan pada 1980-an, telah berjanji untuk bertahan melawan Taliban dari kubunya di Lembah Panjshir.

Zhirnov mengatakan deklarasi Saleh melanggar konstitusi dan bahwa upaya berbasis Panjshir untuk melawan Taliban akan gagal.

“Mereka tidak memiliki prospek militer. Tidak banyak orang di sana. Sejauh yang kami tahu mereka memiliki 7000 orang bersenjata. Dan mereka sudah memiliki masalah dengan bahan bakar. Mereka mencoba menerbangkan helikopter tapi mereka tidak memiliki bensin dan persediaan,” katanya.

Zhirnov juga mempertanyakan gagasan bahwa semua orang Afghanistan yang mencoba melarikan diri dari negara itu melakukannya karena Taliban.

“Banyak orang sekarang melihat situasi ini sebagai tiket yang mungkin menuju kehidupan baru (di Barat) dan ini mungkin tidak terkait dengan Taliban,” ujarnya saat mengomentari kekacauan terkait upaya sebagian orang Afghanistan pergi meninggalkan negara ini. (mm/alalam/aljazeera)

Baca juga:

Santai Soal Afghanistan, Rusia Tak Akan Aktifkan Kekuatan Militernya

Taliban Rebut 2000 Kendaraan Lapis Baja dan 40 Helikopter

 

DISKUSI: