Santai Soal Afghanistan, Rusia Tak Akan Aktifkan Kekuatan Militernya

0
315

sumber: irna

Moskow, LiputanIslam.com — Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Pankin mengatakan bahwa negaranya tidak melihat sedikitpun perlunya mengaktifkan kekuatan militernya dalam menyikapi krisis di Afghanistan, termasuk yang terkait dengan kemungkinan mengaktifkan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (The Collective Security Treaty Organization, CSTO). Menurut Pankin, segala macam tindakan yang ada hubungan dengan militer berpotensi menciptakan ketegangan di Afghanistan dengan menunjukkan kekuatan. Demikian disampaikan Pankin, Kamis (19/8), di Moskow.

Menurut IRNA, situasi di Afghanistan sebenarnya selalu menjadi agenda Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO). Untuk itu, konsultasi telah diadakan di antara anggota CSTO, dan dalam kerangka organisasi ini, pernyataan telah dikeluarkan tentang masalah Afghanistan, yang intinya adalah bahwa situasi di Afghanistan belum sampai mengarah kepada situasi yang serius untuk ditanggapi secara militer. Pankin mencatat bahwa salah satu tugas Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif adalah untuk melindungi perbatasan selatan, pertama-tama perbatasan Tajikistan dan Turkmenistan, dan CSTO belum melihat adanya bahaya atu krisis yang menganca, kedua negara anggota CSTO itu.

Lebih jauh lagi, Pankin menegaskan bahwa CSTO tidak bermaksud untuk menciptakan ketegangan dan menunjukkan kekuatan lebih jauh sebagai reaksi atas situasi di Afghanistan saat ini.

Sebelum ini dilaporkan bahwa Rusia, Uzbekistan, dan Tajikistan mengadakan latihan kontra-terorisme di perbatasan Tajik-Afghanistan dari 5 hingga 10 Agustus sebagai bagian dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif. Ketika situasi di Afghanistan memanas setelah Taliban mampu merebut Kabul, tidak dilaporkan adanya pergerakan khusus dari latihan militer tersebut. Padahal, hampir semua negara Barat, saat ini sedang sangat serius membicarakan berbagai strategi dan kemungkinan penggunaan militer menyusul peristiwa yang mempermalukan mereka itu.

CSTO adalah organisasi keamanan regional yang terdiri dari enam negara, yaitu Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia, dan Tajikistan. Organisasi ini dibentuk pada tahun 1992 diprakarsai oleh Rusa. Uzbekistan awalnya menjadi anggota, namun keanggotaanya ditangguhkan tahun 1999. Sempat bergabung lagi tahun 2006, namun, pada tahun 2012, Uzbekistan mengakhiri keanggotaannya dengan alasannya bahwa pandangannya telah diabaikan oleh organisasi tersebut.

Menyusul perjanjian Februari 2020 antara Amerika Serikat dan Taliban dan penandatanganan “perjanjian damai” antara kedua belah pihak, proses penarikan pasukan dan sekutu AS dari Afghanistan dimulai. Dalam beberapa pekan terakhir, Taliban telah mampu maju di Afghanistan dan merebut kota-kota penting di negara itu, dan mampu memasuki Kabul pada 15 Agustus setelah jatuhnya pemerintahan Ashraf Ghani. (os/irna)

DISKUSI: