Taliban Mengaku Tak Ingin Memonopoli Kekuasaan di Afghanistan

0
403

Doha, LiputanIslam.com –  Jubir Biro Politik Taliban Mohammad Naim, Jumat (23/7), menyatakan kelompok militan ini alih-alih berkeinginan memonopoli kekuasaan di Afghanistan justru menganut prinsip bahwa semua orang di negara ini harus berpartisipasi dalam perdamaian dan pembangunan.

Dia menekankan bahwa Taliban menghendaki penyelesaian krisis Afghanistan melalui jalur dialog, tidak menjalankan agenda pihak asing, tidak akan mencampuri urusan negara lain dan tidak pula membiarkan campur tangan asing dalam urusan internal Afghanistan.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Asisten Biro Politik Taliban di Qatar, Abdul Salam Hanafi, dalam sidang virtual dengan para wakil sejumlah negara di hari yang sama.

“Kebijakan kami mengenai perdamaian tak akan berubah dan tetap menekankan solusi krisis Afghanistan melalui kanal dialog,” ujarnya.

Sidang itu melibatkan para wakil dari AS, Uni Eropa, Jerman, Inggris, Prancis Norwegia serta perwakilan sipil NATO dan PBB, dan membahas proses perdamaian, pembebasan tawanan Taliban, penghapusan nama para tokoh Taliban dari daftar hitam PBB dan beberapa tema lain.

Abdul Salam menambahkan bahwa Taliban berkomitmen pada HAM, pendidikan dan pergaulan internasional serta mengimbau kepada masyarakat dunia agar berpartisipasi dalam rekonstruksi Afghanistan.

Di pihak lain, pemerintah Afghanistan masih menuding Taliban belum membuktikan komitmennya kepada proses perdamaian.

Kepala Pusat Intelijen dan Media Afghanistan, Dawahan Minepal, menyoal, “Jika Taliban memang berkomitmen kepada perdamaian lantas mengatakan menolak gencatan senjata? Mereka ingin mengembalikan Emirat (Islam Afghanistan/IEA) ke Afghanistan, dan ini tak dapat diterima oleh rakyat Afghanistan.” (mm/tasnim)

Baca juga:

Taliban: Kami Tak Seperti ISIS dan Tak Pula Memusuhi Syiah

Karzai Sebut Kehadiran AS Perkuat Terorisme di Afghanistan

DISKUSI: