Takut Gelombang Serangan Palestina, Warga Israel Berebut Izin Bawa Senjata Api

0
172

Nablus, LiputanIslam.com –  Warga Zionis Israel berbondong-bondong untuk mendapatkan izin membawa senjata menyusul terjadinya gelombang serangan para pejuang Palestina.

Fenomena itu muncul terutama setelah Perdana Menteri Israel Naftali Bennett melontarkan pernyataan yang mendorong warga Zionis untuk mempersenjatai diri dengan senjata api.

“Bagi Anda yang memiliki lisensi untuk membawa senjata, sekaranglah waktunya untuk membawa senjata,” kata Bennett setelah lima orang Zionis ditembak mati di dekat Tel Aviv pada 30 Maret.

Izin memegang senjata api dan warga bersenjata belakangan ini disorot oleh para politisi dan pemimpin Zionis sebagai pengganda kekuatan untuk melawan meningkatnya apa yang mereka sebut gelombang “serangan terorisme” di Israel.

Nir Barkat dari Partai Likud mengatakan, “Saya salut kepada warga bersenjata yang membunuh teroris dalam penusukan bus di Gush Etzion dan menyelamatkan nyawa. Israel diserang, ini satu-satunya cara untuk menetralisir teroris secepat mungkin dan menyelamatkan nyawa.

Dia menambahkan, “Saya meminta pemerintah untuk mengadopsi RUU yang saya ajukan dan mengizinkan pasukan cadangan tempur IDF untuk mendapatkan lisensi senjata untuk memerangi terorisme.”

Senada dengan ini, Kepala Dewan Regional Gush Etzion Shlomo Ne’eman mengatakan, “Kepada penduduk kami yang memegang izin senjata – Persenjatai diri Anda, latih, dan bawa senjata Anda ke mana-mana. Musuh kita mencoba untuk menyakiti saudara dan saudari kita, dan harus ditangani secara diam-diam di setiap lokasi.”

Tak kurang dari 11 warga Israel tewas dalam dalam gelombang serangan para pejuang Palestina  dalam kurun waktu dua minggu, dan  Naftali Bennett kemudian memperingatkan bahwa Israel memasuki gelombang baru terorisme.

Kantor berita Bloomberg mengutip Kementerian Keamanan Umum Israel yang menyatakan pihaknya telah menerima lebih dari 14.000 permintaan izin membawa senjata sejak terjadi serangan di Beersheba pada 22 Maret. Angka ini memperihatkan peningkatan drastis dibandingkan dengan rata-rata 9.000 permintaan setiap tahun. (mm/raialyoum/jpost)

Baca juga:

Israel Tak Mampu Bendung Perlawanan Rakyat Palestina

Bentrok dengan Pasukan Zionis di Nablus, Satu Orang Palestina Gugur, dan Banyak Lainnya Cedera

 

DISKUSI: