Suku-Suku Ma’rib Bergabung dengan Ansarullah

0
239

Sanaa, LiputanIslam.com –  Sebuah delegasi besar yang terdiri atas para pemuka suku dan tokoh masyarakat kabilah-kabilah dari distrik Jabal Murad datang ke Sanaa, ibu kota Yaman, dan mendapat sambutan dari kabilah Bani Matar yang tinggal di provinsi Sanaa.

Situs berita Al-Khabar Al-Yamani saat melaporkan hal tersebut pada Kamis malam (18/11) menyebutkan bahwa kabilah-kabilah Jabal Murad merupakan bagian terpenting dari kabilah-kabilah provinsi Ma’rib yang datang ke Sanaa dalam rangka menjalin koordinasi final untuk penegakan keamanan di kota Ma’rib yang menjadi kubu pertahanan terakhir pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam perang di Yaman.

Terkait dengan peristiwa itu, sebuah video yang beredar memperlihatkan konvoi mobil yang disambut meriah oleh penduduk setempat. Disebutkan bahwa konvoi itu membawa para tokoh dari  Jabal Murad yang datang ke Sanaa dan disambut oleh kabilah Bani Matar.

 

Menurut situs tersebut, bersamaan dengan pergerakan kabilah-kabilah Jabal Murad ke provinsi Sanaa, tentara Yaman dan pasukan Ansarullah (kubu Sanaa) terus menjalankan operasi militernya di sekitar kota Ma’rib.

Media Yaman itu memperkirakan kabilah itu akan segera mengadakan pertemuan dengan para pejabat pemerintahan kubu Sanaa dan gerakan Ansarullah, dan selanjutnya akan turut berjuang bersama pasukan Sanaa untuk pembebasan kota Ma’rib sebagaimana dilakukan oleh kabilah-kabilah Al-Obeidiyah beberapa hari lalu setelah mengadakan pertemuan dengan pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik Badruddin Al-Houthi.

Sebelumnya, Wakil Menlu pemerintahan Penyelamatan Nasional Yaman yang berkedudukan di Sanaa, Hussain Al-Azzi, di halaman Twitter-nya mengabarkan bahwa sebanyak lebih dari 1500 orang dari kabilah-kabilah Ma’rib telah bergabung dengan kubu Sanaa.

Laporan lain menyebutkan bahwa Sayid Al-Houthi telah menyambut kedatangan delegasi dari Jabal Murad. Pada kesempatan ini dia menekankan signifikansi kebersamaan suku-suku Jabal Murad dengan kubu Sanaa dalam perlawanan terhadap kubu koalisi agresor yang dipimpin Saudi.

Dia mengimbau kepada mereka untuk ikut berperan meningkatkan keamanan, stabilitas dan perdamaian umum serta kerjasama untuk penyelesaian berbagai masalah yang ada di provinsi itu maupun persoalan dalam negeri Yaman secara umum.

Sayid Al-Houthi juga mengapresiasi penolakan kabilah-kabilah Jabal Murad untuk terus berada di barisan agresor, demikian pula peran mereka dalam penguatan suasana persaudaraan sesama anak bangsa Yaman.

“Orang yang terus berada di barisan agresor hanya akan mencelakai negara dan kabilahnya di masa kini maupun di masa mendatang,” ungkapnya.

Kubu Sanaa sampai sekarang terus berjuang untuk membebaskan kota Ma’rib dari tangan pasukan koalisi setelah menguasai hampir semua wilayah provinsi Ma’rib. (mm/fna/alalam)

Baca juga:

Pejabat Sanaa: Israel Memandang Yaman Ancaman bagi Dominasi Zionis atas Laut Merah

Ansarullah Sebut Kendali atas Ma’rib Secara Miiliter Jatuh ke Tangan Pasukan Sanaa

DISKUSI: