Sudan Kian Memamas, Belasan Demonstran Tewas Diserang Tentara

0
288

Khartoum, LiputanIslam.com –  Belasan pengunjuk rasa anti kudeta militer di Sudan tewas dan puluhan lainnya menderita luka-luka, Rabu (17/11), sehingga hari itu tercatat sebagai hari paling berdarah sejak peristiwa kudeta yang dilakukan oleh komandan militer Jenderal Abdulfattah Al-Burhan pada 25 Oktober lalu, ketika warga Sudan terisolasi dunia akibat pemutusan total layanan telefon dan internet.

Komite Dokter Pusat yang merupakan serikat pendukung pemerintahan sipil menyatakan bahwa di pinggiran utara Ibu Kota Khartoum saja sebanyak 11 orang, satu di antaranya perempuan, tewas diterjang peluru.

Menurut komite ini, semua korban terbunuh dengan “peluru tajam yang mengena bagian tubuh antara kepala, dada dan perut” dan terdapat pula  “puluhan korban luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi, dan mereka sedang dirawat”.

Tercatat bahwa jumlah korban tewas bertambah menjadi 39 orang, tiga di antaranya remaja, selama terjadi penindasan militer terhadap demonstran sejak Al-Burhan melakukan kudeta terhadap para mitra sipilnya dalam pemerintahan pada 25 Oktober lalu. Penindasan ini juga telah menjatuhkan ratusan korban luka.

Pada 30 Oktober dan 13 November lalu ratusan ribu warga Sudan turun ke jalan-jalan untuk menandai penolakan mereka terhadap kudeta. Penindasan dimulai dimulai sejak hari pertama unjuk rasa, tapi pada hari Rabu kemarin tampak mengalami peningkatan.

Sejak kudeta 25 Oktober, warga Sudan bertukar informasi dan ajakan berdemonstrasi melalui SMS dan tidak lagi melalui media sosial akibat terputusnya layanan internet dalam jangka waktu yang lama, tapi sejak Rabu sore, mereka bahkan tidak dapat mengakses jaringan telefon sehingga jumlah pengunjuk rasa berkurang dratis dari puluhan ribu menjadi ribuan orang pada hari itu.

Para saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa pasukan keamanan menembakkan gas air mata terhadap pengunjuk rasa di pusat kota Khartoum dan kawasan pesisir di timur laut Khartoum yang mengalami pemblokiran semua layanan telefon dan internet sejak 24 jam sebelumnya. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Kontak Senjata dengan Tentara Azerbaijan, 15 Tentara Armenia Tewas

Sanaa: Eksekusi 10 Tawanan Tentara Yaman adalah Kejahatan Perang

DISKUSI: