Suasana Memanas, Militer Israel Mengaku Siap Hadapi Segala Skenario, Termasuk Serang Gaza

0
327

TelAviv, LiputanIslam.com –  Militer Israel mengaku siap menjalankan skenario apa pun, termasuk melancarkan serangan besar lagi ke Jalur Gaza, jika faksi-faksi Palestin di kawasan yang diblokade ini meningkatkan gelombang serangan yang melanda Israel belakangan ini.

Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letjen Ran Kochav, Minggu (3/4), mengatakan kepada surat kabar Yedioth Ahronoth bahwa militer Zionis siap menghadapi kemungkinan gelombang serangan, termasuk dari arah Lebanon, Suriah, dan selatan.

Pada dini hari Sabtu lalu tentara Israel dalam sebuah operasi militernya telah membunuh tiga orang Palestina di dekat kota Jenin sembari mengklaim bahwa mereka bermaksud melancarkan serangan di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948)

Dilaporkan bahwa dalam peristiwa  itu sempat terjadi kontak senjata sehingga empat tentara Israel terluka, satu di antaranya parah.

“IDF beroperasi di mana saja dan kapan saja di Area A, B dan C, dan juga membantu polisi di lini depan,” kata Kochav.

Perjanjian Oslo (1995) antara PLO dan Israel membagi kawasan Tepi Barat menjadi 3 wilayah; A,  di bawah kendali penuh Palestina; B, di bawah keamanan Israel, kendali administratif sipil dan Palestina; dan C di bawah kendali sipil, administratif Israel, kendali keamanan, dan merupakan sekitar 60 persen  wilayah Tepi Barat.

Kochav menambahkan: “Kami sedang memantau Gaza, Lebanon, Suriah dan bahkan Sinai, dan siap untuk segala kemungkinan eskalasi. Kami telah mengerahkan baterai pertahanan udara kami.”

Dia menekankan bahwa “Divisi Gaza (pasukan militer Israel yang ditempatkan di perbatasan Jalur Gaza) siap untuk pertahanan darat, dan kami akan melakukan segala yang diperlukan agar bulan Ramadhan dan hari raya Paskah Yahudi (15-22 April) berlalu dengan damai.”

Israel mengantisipasi kemungkinan eskalasi situasi keamanan di wilayah Palestina, khususnya kota Quds, akibat persiapan kelompok besar pemukim ekstremis Zionis untuk menyerbu Masjid Al-Aqsha selama bulan Ramadhan, yang tahun ini bertepatan dengan hari besar Islam dan hari besar Yahudi.

Kochav menambahkan, “Jika perlu, kami juga siap untuk ‘Guardian of the Walls 2’ atau aktivitas apa pun yang mungkin diperlukan.”

“Guardian of the Walls” adalah sandi operasi imiliter Israel terhadap faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza pada 10-21 Mei 2021 yang menjatuhkan banyak korban tewas dan luka.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengancam faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza dengan pernyataan bahwa mereka akan menderita jika terjadi eskalasi militer baru.

Bersamaan dengan ini, Israel meminta Mesir campur tangan terhadap faksi-faksi pejuang Palestina agar tidak meningkatkan ketegangan situasi.

“Saat ini, Hamas tidak menginginkan eskalasi,  namun kami berasumsi bahwa eskalasi dapat terjadi, tapi penduduk Gaza, termasuk Hamas dan Jihad Islam Palestina, harus memilih jenis Ramadhan yang mereka inginkan,” sumbar Gantz dalam sebuah wawancara yang dimuat Yedioth Ahronoth, Minggu.

Dia juga bersumbar, “Jika ada aktivitas anti Israel dari Jalur Gaza, Gaza akan menderita. Saya sarankan untuk menyimpannya sendiri…Mereka tahu kemampuan kami, dengan semua alat kami, jika mereka menarik pelatuknya, kami akan menerkam mereka.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Al-Nakhalah: Pejuang Kita akan Ubah Hari Duka menjadi Hari Kemenangan

Bentrok di Tepi Barat, 3 Orang Palestina Gugur, 4 Tentara Israel Terluka

DISKUSI: